Mandiraja — Lapangan Indoor SMK Negeri 1 Mandiraja, Sabtu hingga Minggu (10–11 Januari 2026), menjadi saksi sebuah peristiwa istimewa. Bukan sekadar pelantikan, melainkan puncak perjalanan panjang yang sarat nilai, ketekunan, dan pembentukan karakter. Sebanyak 123 Pramuka Siaga dan 36 Pramuka Penggalang resmi dilantik sebagai Pramuka Garuda, setelah melalui rangkaian uji syarat yang ketat dan menyeluruh.
Sejak pagi, suasana lapangan terasa berbeda. Wajah-wajah muda tampak tegang sekaligus berbinar. Orang tua, pembina, dan para tokoh pramuka hadir berdampingan, menciptakan nuansa kekeluargaan yang hangat. Tepuk tangan, senyum haru, bahkan mata yang berkaca-kaca mengiringi setiap tahapan kegiatan. Seolah semua yang hadir turut menempuh perjalanan yang sama.
Proses uji syarat dilaksanakan secara menyeluruh, meliputi Uji SKU, SKK, TIK, Hasta Karya, Keteladanan, serta verifikasi keaslian berkas. Tidak ada jalan pintas. Setiap calon Pramuka Garuda diuji tidak hanya pada aspek keterampilan, tetapi juga sikap, konsistensi, dan integritas. Hasilnya, seluruh peserta dinyatakan lulus dan berhak menyandang predikat Pramuka Garuda.
Ketua Majelis Pembimbing Ranting Mandiraja, Akh. Husenudin juga sebagai Camat Mandiraja, dalam pernyataannya menegaskan bahwa pelantikan ini bukanlah akhir dari proses pembinaan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar.
“Tetap semangat dan tanamkan rasa percaya diri untuk mengikuti kegiatan kepramukaan pada tingkatan yang lebih tinggi. Setelah menjadi Pramuka Garuda, yang terpenting adalah menjaga ritme—tetap konsisten dalam sikap, disiplin, dan pengabdian. Predikat ini harus tercermin dalam keseharian, bukan hanya saat upacara,” ujarnya lugas.
Sementara itu, Ketua Kwarran Mandiraja, Slamet Purwanto, menekankan bahwa capaian ini merupakan hasil dari proses panjang yang tidak instan.
“Menjadi Pramuka Garuda tidak lahir secara tiba-tiba. Mereka menempuh tahapan sejak Siaga Mula, Siaga Bantu, hingga Siaga Tata, lalu berproses sebagai Pramuka Garuda dengan menyelesaikan SKU dan SKK secara bertahap. Tidak pernah ada cerita seseorang belum menempuh SKU dan SKK lalu langsung menjadi Garuda. Semua melalui proses, latihan, dan pembiasaan nilai,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pangkalan-pangkalan yang belum melaksanakan Musyawarah Gugus Depan agar segera menindaklanjuti sebagai bagian dari tata kelola pembinaan yang sehat dan berkelanjutan.
Menjelang akhir kegiatan, suasana haru semakin terasa. Pelantikan bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi bagi peserta, tetapi juga buah kerja kolektif para pembina, orang tua, dan lingkungan pangkalan. Pelukan, doa, dan ucapan selamat mengalir tanpa sekat.
Pada akhirnya, Pramuka Garuda bukan sekadar simbol atau tanda kecakapan tertinggi. Ia adalah teladan hidup—pramuka yang telah teruji sikap, perilaku, dan pengabdiannya. Garuda adalah representasi pramuka yang setia pada nilai, konsisten dalam tindakan, serta siap menjadi contoh di tengah masyarakat.
Di Mandiraja, akhir pekan itu, nilai-nilai kepramukaan tidak hanya dipelajari, tetapi benar-benar dihidupkan. Dan bagi 159 Pramuka Garuda yang baru dilantik, perjalanan sejati justru baru saja dimulai.***(abenn29_pusdatin)
Dokumentasi : Kwarran Mandiraja
Narasumber : Fertika Sastra





















