Bawang — Sabtu pagi, 7 Februari 2026, GOR SMA Negeri 1 Bawang tidak sekadar menjadi tempat upacara. Ia berubah menjadi ruang kebersamaan, tempat harapan-harapan kecil bertumbuh menjadi tekad besar. Di sanalah Kwartir Ranting Bawang melantik 621 Pramuka Siaga Garuda dari 39 gugus depan, dalam sebuah peristiwa yang sarat makna, hangat, dan penuh getar kebanggaan.
Pelantikan Pramuka Garuda Siaga bukanlah perayaan instan. Ia adalah puncak dari proses panjang pembinaan—tentang kesabaran belajar, ketekunan berlatih, dan keberanian menumbuhkan karakter sejak usia dini. Setiap anak yang berdiri tegak hari itu membawa cerita perjuangan kecilnya masing-masing: menyelesaikan kecakapan umum, menuntaskan kecakapan khusus, serta menumbuhkan sikap dan perilaku yang selaras dengan nilai-nilai kepramukaan.
Upacara pelantikan berlangsung tertib, khidmat, namun terasa hangat dan hidup. Bertindak sebagai Pembina Upacara, Sagiyo Wakil Ketua Humas dan Abdimas Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Banjarnegara, dengan suara yang tenang namun penuh keyakinan sesuai dengan ciri khasnya, secara resmi melantik para Siaga menjadi Pramuka Garuda. Dalam amanatnya, ia menegaskan bahwa Pramuka Garuda bukan sekadar tanda di dada, melainkan simbol tanggung jawab—menjadi teladan dalam sikap, disiplin, serta pengamalan Dwi Satya dan Dwi Darma Pramuka Siaga dalam kehidupan sehari-hari.
Momentum itu semakin bermakna dengan kehadiran Ketua Kwartir Ranting Bawang, unsur Mabiran, serta para Kamabigus dari gugus depan peserta. Kehadiran mereka bukan hanya formalitas, melainkan wujud kasih sayang dan kepedulian terhadap proses pendidikan karakter anak-anak melalui Gerakan Pramuka.
Ketua Kwartir Ranting Bawang Almuhdi menegaskan bahwa pelantikan Pramuka Garuda Siaga bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar.
“Pramuka Garuda tidak lahir dari proses yang instan. Anak-anak ini ditempa melalui pembinaan yang berjenjang, penuh kesabaran, dan kasih sayang. Hari ini mereka dilantik bukan untuk dibanggakan semata, tetapi untuk belajar menjadi contoh—mulai dari hal-hal kecil di gugus depan, sekolah, dan keluarga,” ujarnya.
Ia menambahkan, capaian 621 Pramuka Garuda Siaga menjadi bukti bahwa pembinaan di Kwartir Ranting Bawang berjalan pada jalur yang benar.
“Kami ingin menumbuhkan kualitas, bukan sekadar mengejar angka. Pramuka Garuda harus menjadi pribadi yang rendah hati, disiplin, dan berani berbuat baik. Itulah ruh kepramukaan yang ingin terus kami jaga,” tegasnya.
Sementara itu, Mabigus SD Negeri 3 Wanadri Wiwit Widhiarsi menyampaikan rasa bangga dan haru atas pelantikan para Pramuka Siaga Garuda dari gugus depannya.
“Anak-anak ini kami dampingi sejak awal, dari belajar menolong teman, berani tampil, hingga memahami arti tanggung jawab. Melihat mereka berdiri hari ini dengan tanda Garuda di dada, bagi kami bukan sekadar prestasi, tetapi buah dari proses panjang yang penuh kesabaran dan cinta,” tuturnya.
Ia berharap, para Pramuka Garuda Siaga mampu menjadi penggerak kebaikan di lingkungan sekolah.
“Semoga mereka tumbuh menjadi anak-anak yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter, berani bermimpi, dan mau berbagi. Pramuka Garuda harus menjadi cahaya kecil yang menerangi sekitarnya,” pungkasnya.
Rangkaian kegiatan berjalan lancar: mulai dari upacara pembukaan, prosesi pelantikan, penyematan tanda Garuda, hingga penutupan. Namun yang paling terasa bukanlah urutan acaranya, melainkan antusiasme yang memancar dari wajah-wajah polos para Siaga, sorot mata bangga para pembina, serta tepuk tangan yang menggema sebagai doa dan harapan.
Pelantikan ini menjadi pengingat bahwa Pramuka Garuda lahir bukan dari ambisi angka, melainkan dari proses pembinaan yang penuh kesabaran dan cinta. Kwartir Ranting Bawang berharap, para Pramuka Garuda Siaga yang telah dilantik mampu menjadi contoh dan penggerak semangat di gugus depannya masing-masing—mengajak, bukan menggurui; menginspirasi, bukan meninggikan diri.
Ke depan, Kwartir Ranting Bawang menaruh harapan besar agar capaian Pramuka Garuda Siaga tidak hanya meningkat dari sisi jumlah, tetapi juga semakin matang dari sisi kualitas. Sebab di sanalah letak keberhasilan sejati pembinaan karakter: ketika anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang berani, peduli, dan berakhlak.
Salah satu momen yang paling menggetarkan datang dari Sumarsi, wali siswa sekaligus ibunda dari Arjuna, Pramuka Siaga Garuda asal Kutayasa. Dengan mata berbinar dan suara yang tertahan haru, ia mengungkapkan kebanggaannya melihat sang anak dilantik menjadi Pramuka Garuda.
“Sebagai orang tua, kami tidak pernah membayangkan hal yang besar. Kami hanya ingin anak kami tumbuh menjadi anak yang baik, berani, dan bertanggung jawab. Alhamdulillah, melalui Pramuka, anak saya belajar disiplin, belajar menghormati orang lain, dan belajar percaya diri,” tuturnya.
Ia mengakui bahwa proses menuju Pramuka Garuda tidak selalu mudah, namun justru di situlah nilai pembelajaran tumbuh.
“Prosesnya panjang dan butuh kesabaran, baik dari anak maupun kami sebagai orang tua. Tapi hari ini kami merasa semua itu terbayar. Ini bukan soal tanda Garuda, tetapi perubahan sikap dan kedewasaan anak kami,” tambahnya.
Sumarsi berharap pengalaman ini menjadi bekal berharga bagi putranya di masa depan.
“Semoga anak-anak ini kelak menjadi generasi yang kuat akhlaknya, berani bermimpi, dan tidak mudah menyerah. Kami berterima kasih kepada para pembina dan semua pihak yang telah membimbing anak-anak kami dengan penuh kasih sayang,” pungkasnya.
Pelantikan Pramuka Garuda Siaga di Bawang hari itu meninggalkan jejak yang dalam—bahwa Gerakan Pramuka tetap dan akan selalu menjadi ruang aman untuk belajar mencintai nilai, sesama, dan masa depan bangsa. Sebuah peristiwa kecil, dengan makna yang besar.***(abenn29_pusdatin)
Narasumber : rossabayu
Dokumentasi : rossabayu























