BATUR — Udara sejuk dataran tinggi Batur seakan menjadi saksi lahirnya harapan baru Gerakan Pramuka. Bertempat di Aula Kecamatan Batur, Senin (9/2/2026), Majelis Pembimbing Ranting, Pengurus Kwartir Ranting, Lembaga Pemeriksaan Keuangan, serta Dewan Kerja Ranting Pramuka Batur masa bakti 2026–2029 resmi dilantik.
Sejak pukul 08.30 WIB, suasana aula dipenuhi wajah-wajah penuh optimisme. Tidak sekadar seremoni pergantian kepengurusan, pelantikan ini menjadi penanda estafet pengabdian dan komitmen kolektif untuk membesarkan Pramuka di wilayah pegunungan yang sarat nilai kebersamaan dan ketangguhan.
Momentum pelantikan kian menguat saat Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Hukum Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Banjarnegara, Aji Piluroso, secara resmi melantik Majelis Pembimbing Ranting Kwartir Ranting Batur masa bakti 2026–2029. Dalam penegasannya, ia menekankan bahwa Majelis Pembimbing Ranting memiliki peran strategis sebagai penopang utama arah dan keberlanjutan Gerakan Pramuka di tingkat ranting.
“Majelis Pembimbing Ranting bukan sekadar simbol struktural, tetapi ruh penggerak yang memastikan Pramuka berjalan sesuai nilai, aturan, dan cita-cita pendiriannya. Dari sinilah kualitas pembinaan ditentukan—tertib organisasi, kuat secara hukum, dan berorientasi pada pembentukan karakter generasi muda,” tegas Aji Piluroso.
Ia juga mengingatkan bahwa dinamika zaman menuntut Pramuka untuk adaptif tanpa kehilangan jati diri. Oleh karena itu, sinergi antara Majelis Pembimbing, Kwartir Ranting, dan seluruh unsur organisasi harus dibangun dengan kesadaran kolektif dan tanggung jawab moral.
“Pelantikan ini adalah awal pengabdian, bukan garis akhir. Tugas kita adalah menjaga marwah organisasi, memastikan setiap proses berjalan benar, dan menghadirkan Pramuka yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.
Camat Batur selaku Ketua Majelis Pembimbing Ranting, Agung Hermawan, dalam sambutannya menegaskan bahwa Pramuka bukan sekadar organisasi kepanduan, melainkan gerakan sosial yang hidup di tengah masyarakat.
“Keikutsertaan kita dalam Gerakan Pramuka adalah bagian dari ikhtiar membangun masyarakat. Pramuka menanamkan nilai gotong royong, kepemimpinan, dan kepedulian sosial yang sangat dibutuhkan hari ini,” ujarnya mantap.
Nada serupa disampaikan Ketua Kwartir Ranting Batur terlantik, Maradhani Megaputra. Ia menyebut pelantikan ini sebagai momentum penting regenerasi.
“Ada pergantian generasi yang membawa semangat baru. Ini adalah modal besar agar Pramuka di Kwartir Ranting Batur tumbuh dan berkembang semakin pesat, adaptif, dan relevan dengan zaman,” katanya.
Menurutnya, kesinambungan nilai lama dan gagasan baru menjadi kunci agar Pramuka tetap berakar kuat sekaligus menjulang tinggi.
Ketua Panitia, Nur Hakim, menyoroti geliat positif yang kini dirasakan di Batur. Minat generasi muda terhadap Pramuka kian meningkat, termasuk antusiasme menuju Pramuka Garuda.
“Perkembangan Pramuka di Kwartir Ranting Batur sangat terasa. Semakin banyak anggota yang bercita-cita dan berproses untuk dilantik menjadi Pramuka Garuda. Ini bukan sekadar angka, tapi tanda kesadaran kualitas dan karakter,” ungkapnya.
Dari sudut pandang peserta, semangat itu terasa nyata. Erma, salah satu peserta pelantikan, menilai Pramuka Batur memiliki energi kolektif yang kuat.
“Semangat di sini luar biasa. Ada kebahagiaan, kebersamaan, dan keyakinan bahwa Pramuka Batur akan terus maju,” tuturnya.
Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dan tertata. Peran petugas upacara—mulai dari pembawa acara Tsaniya Salwa Huawaida dan Nazwa Fasya Tsalsabila, dirigen Indriyani Puji Rahayu, pemimpin upacara Muhammad Gazi Fayyi Islami, hingga petugas doa Ghaaziy Ashar—menambah kekhidmatan suasana. Setiap rangkaian terasa menyatu, seolah alam Batur ikut merestui langkah-langkah pengabdian yang dimulai hari itu.
Di dataran tinggi yang dinginnya akrab dengan keteguhan, pelantikan ini bukan sekadar pengukuhan jabatan. Ia adalah janji kolektif: menjaga api semangat Pramuka agar terus menyala—mendidik karakter, menumbuhkan kepemimpinan, dan mengabdi tanpa pamrih bagi masyarakat.
Dari Batur, Pramuka menatap masa depan dengan kepala tegak dan hati hangat.***(abenn29_pusdatin)
Narasumber : M.Romadhon
Dokumentasi : Kwarran Batur





















Pertanyaan:
1. Di mana sebaiknya generasi muda digembleng pendidikan karakter terbaik?
2. Di mana model regenerasi pemimpin dikembangkan sebaik-baiknya?
3. Di mana WNI terbaik dilahirkan?
Jawabnnya, di dalam wadah Gerakan Pramuka!