BANJARNEGARA — Di antara desir angin Desember dan hangatnya Februari, Kalibening menjadi saksi lahirnya 493 Pramuka Garuda dalam rangkaian pelantikan yang digelar dalam tiga tahap. Bukan sekadar seremoni, momentum ini menjadi penegasan bahwa pendidikan karakter masih berdiri tegak di tengah tantangan zaman.
Tahap pertama dilaksanakan pada 8 Desember 2025 di Aula Food Court Cahaya Rembulan Kalibening. Tahap kedua berlangsung pada 11 Desember 2025 di SDN 1 Sembawa. Sementara tahap ketiga digelar pada 11 Februari 2026 di SDN 1 Bedana, yang sekaligus menjadi penutup rangkaian penuh makna tersebut.
Dari total 493 Pramuka Garuda, sebanyak 469 merupakan Pramuka Siaga dan 24 Pramuka Penggalang. Angka yang bukan sekadar data, melainkan simbol dari ratusan anak yang telah melewati proses uji keteladanan, kedisiplinan, dan tanggung jawab.
Keteladanan yang Berdiri Tegap
Pada pelantikan tahap ketiga di SDN 1 Bedana, suasana haru biru terasa ketika 104 Pramuka Siaga Garuda berdiri tegap menanti prosesi pelantikan. Di hadapan mereka, Capt. Cpm. Teguh Budiyono, Danramil Kalibening sekaligus Wakil Ketua Majelis Pembimbing Ranting (Waka Mabiran), melangkah mantap mengenakan seragam Pramuka lengkap sesuai SK Kwarnas No. 174 Tahun 2012.
Seorang aparat negara, bukan pendidik formal, tetapi tampil dengan disiplin penuh. Kehadirannya seakan menjadi pesan tanpa perlu banyak kata.
“Pramuka Garuda adalah simbol keteladanan. Mereka bukan hanya cerdas, tetapi berkarakter. Disiplin dimulai dari diri kita sendiri, termasuk dalam cara kita berseragam dan bersikap,” tegas Capt. Teguh dalam sambutannya.
Di arena yang sama, kerap masih dijumpai pendidik yang belum sepenuhnya memenuhi ketentuan seragam. Namun hari itu, keteladanan justru ditegakkan oleh sosok yang datang dari luar dunia pendidikan formal. Sebuah ironi yang sekaligus menjadi refleksi.
Seorang Ayah di Deretan Orang Tua
Momen lain yang menggetarkan hadir di barisan kursi orang tua. Sigit Sardiyono, S.Pd., yang dikenal sebagai Korwil Dindikpora Kalibening, hadir bukan dalam kapasitas jabatan, melainkan sebagai orang tua Siaga yang diuji keteladanan dan dilantik sebagai Pramuka Siaga Garuda. Ia duduk bersama wali murid lainnya—menjadi satu-satunya orang tua yang mengenakan seragam Pramuka lengkap.
Hari itu, ia bukan pejabat. Ia adalah ayah yang bangga.
“Saya hadir sebagai orang tua. Pendidikan karakter dimulai dari rumah. Anak-anak harus melihat bahwa orang tuanya pun memberi contoh,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Garuda sebagai Duta Karakter
Ka Kwarran Kalibening, Mangsud menegaskan bahwa predikat Garuda bukanlah akhir perjalanan.
“Menjadi Pramuka Garuda bukan perkara mudah. Ada proses panjang dan komitmen yang harus dijaga. Ini awal dari tanggung jawab moral,” katanya.
Sementara itu, Sugeng Wiyono dari Tim Pengembang Garuda Kwarcab Banjarnegara menyebut capaian 493 Garuda dalam satu rangkaian periode sebagai prestasi membanggakan.
“Ini bukti pembinaan berjalan serius dan terarah. Garuda adalah duta karakter. Mereka adalah harapan Banjarnegara,” tuturnya.
Mengepakkan Sayap Harapan
Tiga tahap pelantikan ini bukan sekadar agenda tahunan. Ia adalah perayaan nilai. Ia adalah doa kolektif. Ia adalah ikhtiar panjang agar generasi muda tak hanya cerdas secara akademik, tetapi kuat dalam integritas.
Di bawah langit Kalibening, 493 Garuda itu kini telah mengepakkan sayapnya.
Bukan untuk sekadar terbang tinggi. Tetapi untuk menjaga arah. Menjadi teladan. Dan kelak, menegakkan harapan negeri.***(aben29_pusdatin)
Narasumber : Sugeng Wiyono
Dokumentasi : Sugeng Wiyono





















Pentingnya kata: bergerak – bertindak – buktikan – terapkan. Aksi tanpa kata jauh lebih berharga dibanding kata dan berucap tanpa bertindak!