Rabu (11/2) Suasana khidmat menyelimuti pelataran Pangkalan SDN 4 Krandegan. Di bawah langit yang tenang, 53 tunas muda Pramuka Siaga dari 4 pangkalan Sekolah Dasar yakni SDN 1 Krandegan, SDN 4 Krandegan, SDN 7 Krandegan, dan SDN 10 Krandegan bersiap menorehkan sejarah dalam perjalanan hidup mereka. Hari ini bukan sekadar pelantikan menjadi Pramuka Garuda, tingkatan tertinggi di golongannya, melainkan sebuah pembuktian tentang bakti dan cinta yang tak terhingga kepada orang tua.
Simpuh Kasih di Kaki Ibu dan Ayah
Sebelum Medali dan Tanda Pramuka Garuda tersemat di dada, sebuah pemandangan mengharukan memecah kesunyian. 53 anak berseragam cokelat lengkap dengan setangan leher, bersimpuh dengan tulus di hadapan orang tua mereka. Ini adalah prosesi adat yang menjadi ruh dari pelantikan kali ini: Mencuci Kaki Orang Tua.
Dengan jemari kecil yang gemetar lembut, anak-anak ini membasuh kaki ayah, ibu mereka. Air bunga seolah menjadi saksi bisu luruhnya ego, berganti dengan kerendahan hati yang mendalam. Bagi mereka, sebelum melangkah jauh mengepakkan sayap sebagai “Garuda”, mereka harus terlebih dahulu membumi di bawah telapak kaki surga mereka.
Suapan Manis dan Bisikan Doa
Belum kering air mata haru membasahi pipi para orang tua, prosesi berlanjut dengan penuh kehangatan. Tangan-tangan mungil dengan perlahan menyuapkan sepotong kue kepada orang tua. Sebuah simbol sederhana namun bermakna dalam: janji bahwa sang anak akan selalu berusaha memberikan manisnya kebahagiaan bagi keluarga.
Momen haru berlanjut. Dalam dekap peluk yang erat, terdengar bisikan lirih permohonan maaf atas segala khilaf masa kecil. “Mohon doa restunya, Bu, Pak,” bisik mereka. Suasana menjadi kian magis saat para orang tua membelai kepala anak-anak mereka, menitipkan doa agar sang Garuda Muda tak hanya tinggi dalam prestasi, tapi juga luhur dalam budi pekerti.
Menuju Cakrawala Prestasi
Usai prosesi adat, tibalah waktu 53 Pramuka Siaga mengikuti pelantikan. Bertindak sebagai pembina upacara, Kak Siti Sofiah, S.Pd dari Korwilcam selaku Mabiran menyampaikan bahwa pelantikan ini adalah gerbang awal bagi anak-anak memikul tanggungjawab.
“Garuda adalah simbol kekuatan dan ketajaman visi. Namun, kekuatan sejati seorang Pramuka ada pada baktinya kepada orang tua dan sesama. Hari ini, kalian telah membuktikan diri layak menyandang gelar tersebut,” tuturnya dengan nada bangga.
Kini, 53 Pramuka Siaga Garuda itu telah resmi dilantik. Di dada mereka tersemat lencana burung emas, namun di hati mereka, terukir abadi restu dan cinta orang tua yang akan menjadi energi mereka untuk terbang setinggi langit, menjemput mimpi-mimpi masa depan.
Penulis : Riva Simarya07
Dokumentasi : tim gugus Dipayuda




















