Banjarnegara, Kamis (12/2/2026) — Pagi itu, halaman SD Kristen Debora tak sekadar menjadi ruang upacara. Ia menjelma panggung harapan. Seratus dua puluh tujuh Pramuka Siaga dari tujuh pangkalan berdiri tegap, seragam cokelat mereka berkilau diterpa cahaya mentari, seakan turut menyaksikan lahirnya generasi yang siap mengukir jejak kebajikan.
Uji Syarat dan Pelantikan Pramuka Siaga Garuda Kwartir Cabang Banjarnegara di Kwartir Ranting Banjarnegara (Gugus RA Kartini) berlangsung khidmat, hangat, dan sarat makna. Hadir dalam kesempatan itu Pengawas SD, jajaran Pengurus Kwarran Banjarnegara, kepala sekolah, serta para wali siswa yang tak henti memancarkan kebanggaan dari balik senyum dan mata yang berbinar.
Sebanyak 127 siaga—70 putra dan 57 putri—berasal dari SD Negeri 1, 2, dan 3 Kutabanjarnegara, SD Negeri 1 Semarang, SD Kristen Debora, SD Adzkia, serta MI Nirwana. Mereka telah melewati proses panjang, menguji ketangguhan, kedisiplinan, serta komitmen terhadap Dwi Satya.
Prosesi adat dan pelantikan berjalan tertib, sakral, namun tetap menyisakan getar kegembiraan yang tak tersembunyi.
“Luar biasa, mantap! Orang tua dan siswa begitu semangat mengikuti setiap alur prosesi adat dan pelantikan. Ini bukan sekadar seremoni, ini adalah kebanggaan,” ujar Bunda Wiwi Sugiastuti, dengan wajah berseri dan suara yang bergetar bahagia. “Hari ini kita melihat cahaya di mata anak-anak kita. Mereka bukan hanya dilantik, mereka sedang ditempa menjadi pribadi tangguh yang berkarakter.”
Ketua pelaksana, Bunda Kamilah Siswati, dalam laporannya menyampaikan dengan penuh semangat yang menggelora. Ia menegaskan bahwa pelantikan ini adalah hasil kerja kolaboratif yang solid antara gugus depan, kwartir ranting, sekolah, dan orang tua.
“Ini bukan kerja satu-dua orang. Ini adalah orkestrasi kebersamaan. Ketika sekolah, kwartir, dan orang tua berjalan seirama, maka lahirlah Garuda-Garuda kecil yang siap terbang tinggi,” tegasnya, disambut tepuk tangan meriah para hadirin.
Sementara itu, Yanda Sakheri, selaku Pembina Upacara, menyampaikan amanat dengan penuh wibawa dan energi yang menggetarkan. Di hadapan para siaga yang berdiri tegap, ia mengingatkan bahwa menjadi Pramuka Garuda bukanlah garis akhir, melainkan awal tanggung jawab yang lebih besar.
“Garuda adalah simbol kekuatan dan keluhuran. Hari ini kalian disematkan tanda, tetapi yang jauh lebih penting adalah menanamkan nilai dalam hati. Jadilah teladan di sekolah, di rumah, dan di masyarakat. Terbanglah tinggi, tapi tetap berpijak pada bumi,” pesannya, disambut sorot mata bangga para orang tua.
Rangkaian kegiatan dipandu oleh Bunda Erni Suryaningsih sebagai MC yang hangat dan komunikatif. Pembacaan SK oleh Yanda Awan, Bunda Heni Purwani, dan Yanda Rio berlangsung tertib, sementara doa yang dipimpin Yanda Slamet Sugianto menutup prosesi dengan suasana haru yang khusyuk. Kak Felix sebagai Pemimpin Upacara mengawal jalannya prosesi dengan disiplin dan penuh tanggung jawab.
Hari itu, Banjarnegara tidak hanya melantik 127 Pramuka Siaga Garuda. Ia sedang merayakan masa depan.
Di tengah gegap gempita tepuk tangan dan kilau air mata kebanggaan, satu pesan terasa mengendap dalam dada setiap yang hadir: bahwa pendidikan karakter bukan sekadar slogan. Ia hidup, berdenyut, dan tumbuh—di dada anak-anak yang berani mengucap janji setia.
Dan di SD Kristen Debora pagi itu, Garuda-Garuda kecil telah resmi mengepakkan sayapnya.***(abenn29_pusdatin)
Narasumber : M. Awan Susedyo
Dokumentasi : Humas Kwarran Banjarnegara




















