Langit Batur pagi itu seperti menahan napas. Di antara sejuknya udara pegunungan dan lekuk perbukitan yang anggun, puluhan barung siaga berkumpul membawa semangat yang tak pernah padam.
Pesta Siaga Kwartir Ranting Batur Tahun 2026 yang digelar di SMA Negeri 1 Batur dan SMP Negeri 1 Batur pada Sabtu (11/4/2026) menjelma lebih dari sekadar perlombaan ia menjadi ruang tumbuh bagi harapan-harapan kecil yang kelak akan menjelma besar.
Sebanyak 44 barung 22 putra dan 22 putri menghidupkan arena dengan tawa, kerja sama, dan semangat belajar yang mengalir seperti embun pagi di lereng Batur.
Dari hasil giat prestasi yang ditetapkan dalam Surat Keputusan Ketua Kwartir Ranting Batur Nomor 37 Tahun 2026, terukir capaian terbaik:
- Putra Kategori Utama
Tergiat I: SD Negeri 1 Batur (850)
Tergiat II: SD Negeri 3 Sumberejo (843)
Tergiat III: MI Islamiyah Pekasiran (842) - Putri Kategori Utama
Tergiat I: SD Negeri 1 Batur (849)
Tergiat II: SD Negeri 2 Bakal (835)
Tergiat III: SD Negeri 2 Sumberejo (826)
Sementara itu, pada kategori Madya dan Purwa, puluhan pangkalan lain turut menorehkan prestasi, menunjukkan bahwa setiap barung memiliki cahaya dan cerita perjuangannya masing-masing.
Barung putra dan putri dari SD Negeri 1 Batur pun ditetapkan sebagai wakil Kwartir Ranting Batur untuk melaju ke Pesta Siaga tingkat cabang di Purwareja Klampok.
Ketua panitia, Samsu Qodarmaji, menuturkan dengan penuh keyakinan:
“Pesta Siaga ini adalah ruang belajar yang utuh. Anak-anak tidak hanya diuji keterampilan, tetapi juga hati dan sikapnya. Sportivitas, kemandirian, dan keberanian mencoba itulah yang ingin kami tanamkan sejak dini.”
Sementara itu, Camat Batur sekaligus Ketua Mabiran, Agung Hermawan, mengajak seluruh peserta melihat lebih dalam makna kegiatan ini:
“Kalian sedang belajar tentang kehidupan. Tentang kebersamaan, tentang menghargai proses. Menang adalah bonus, tetapi pengalaman dan persaudaraan adalah bekal yang akan kalian bawa sepanjang hidup.”
Upacara yang tersusun rapi dengan Kirana Fasya Assauqia sebagai penyusun, Muhammad Zaffa Alhafiz sebagai pemimpin, serta lantunan doa oleh Muhammad Ubaydilah Karim Asyalani menjadi pembuka yang khidmat bagi perjalanan penuh makna itu.
Dan ketika kegiatan usai, Batur tidak lagi sekadar tempat.
Ia menjadi kenangan tentang langkah kecil, tawa yang tertinggal, dan tunas-tunas masa depan yang diam-diam tumbuh dengan penuh cinta.***(abenn29_pusdatin.bna)























Setinggi letak geografis Batur, lebih tinggi angan, cita, dan harapan mereka.