Banjarnegara — Ada getar yang tak kasat mata di udara GOR Indor Espero, Selasa (10/2/2026). Bukan sekadar riuh tepuk tangan atau derap langkah barisan kecil berseragam cokelat. Yang hadir pagi itu adalah getar harapan, doa, dan mimpi yang akhirnya menemukan namanya: Pramuka Garuda.
Sebanyak 123 Pramuka Siaga dari berbagai SD/MI—60 putra dan 63 putri—resmi dilantik dalam Upacara Pelantikan Pramuka Garuda Siaga Gugus Ki Hajar Dewantara, sebuah prosesi sakral yang dipimpin langsung oleh Yanda Syahbudin Usmoyo, Kamabiran Banjarnegara.
Upacara berlangsung khidmat dan penuh penghayatan. Setiap baris janji yang diucapkan terasa seperti ikrar cinta pertama: jujur, polos, dan sungguh-sungguh. Bendera Merah Putih dikibarkan perlahan oleh Yoga Prasetya, seolah memberi waktu pada setiap hati untuk ikut berdiri tegak bersama semangat kebangsaan.
Dalam sambutannya, Yanda Syahbudin Usmoyo menegaskan bahwa gelar Garuda bukan hadiah instan, melainkan buah dari perjalanan panjang yang ditempuh dengan kesungguhan.
“Proses menuju Garuda bukanlah perjalanan yang singkat. Anak-anak kita telah melewati berbagai tahapan—ujian kecakapan, keteladanan, hingga pengabdian sosial. Di titik inilah karakter ditempa. Semoga capaian ini menjadi bara kecil yang terus menyala, memandu mereka berprestasi di jenjang berikutnya,” tuturnya, dengan suara yang tenang namun menggetarkan.
Nada haru kian terasa saat prosesi sekapur sirih disampaikan oleh Bunda Heri Sulastri, Ketua Panitia kegiatan. Kata-katanya mengalir lembut, namun sarat makna—seperti doa seorang ibu yang melepas anaknya melangkah lebih jauh.
“Hari ini kami menyaksikan anak-anak tumbuh, bukan hanya lebih tinggi badannya, tetapi lebih luas hatinya. Garuda bukan sekadar tanda di dada, melainkan tanggung jawab di jiwa,” ujarnya, sembari menahan getar emosi.
Suasana semakin syahdu ketika doa dipanjatkan oleh Yanda Slamet Sugianto. Kalimat demi kalimatnya melayang, menyentuh langit-langit GOR, lalu turun perlahan ke dada setiap yang hadir—mengikat harapan orang tua, pembina, dan anak-anak dalam satu simpul keikhlasan.
Kegiatan ini turut disukseskan oleh Bunda Sutiati sebagai MC yang memandu acara dengan penuh keteduhan, serta Tim Prada di bawah koordinasi Bunda Wiwi Sugiastuti, yang memastikan setiap prosesi berjalan tertib dan bermakna.
Pelantikan Pramuka Garuda Siaga ini bukan sekadar penutupan sebuah tahapan, melainkan pembukaan gerbang nilai-nilai luhur: disiplin, tanggung jawab, kepedulian, dan cinta tanah air. Di wajah-wajah polos itu, tersimpan masa depan yang sedang belajar percaya pada dirinya sendiri.
Dan pagi itu, di GOR Indor Espero, cinta pada karakter, pengabdian, dan cita-cita Indonesia yang lebih baik—jatuh cinta sekali lagi, dengan cara yang paling sederhana namun paling tulus.***(abenn29_pusdatin)
Narasumber : Panggih Margo Santosa
Dokumentasi : Kwarran Banjarnegara




















