Purwareja Klampok—Sabtu pagi, 14 Februari 2026, halaman SMP N 2 Purwareja Klampok menjelma lautan seragam cokelat muda. Sebanyak 640 peserta putra-putri dari 40 pangkalan SD/MI se-Kwartir Ranting Purwareja Klampok memadati arena dalam gelaran Pesta Siaga Ranting—sebuah perayaan kecil yang riuh, namun sarat makna besar tentang kebersamaan dan karakter.
Bendera-bendera barung berkibar pelan diterpa angin pagi. Sorak dukungan orang tua berbaur dengan aba-aba pembina. Anak-anak siaga berbaris dengan wajah berbinar—sebagian tegang, sebagian lain tersenyum penuh percaya diri. Hari itu bukan sekadar perlombaan; ia adalah panggung kecil tempat keberanian dilatih dan keceriaan dipertontonkan tanpa dibuat-buat.
Di antara derap langkah dan gemuruh yel-yel, prestasi pun ditorehkan. Juara 1 Utama Putra diraih oleh MIN 1 Banjarnegara, sementara Juara 1 Utama Putri jatuh ke tangan SDN 1 Klampok. Selain kategori Utama 1–6, panitia juga menetapkan juara Madya 1–6 dan Purwa 1–6. Puluhan doorprize dibagikan, termasuk tiga hadiah utama berupa sepeda yang sontak memancing sorak paling lantang dari barisan siaga.
Camat Purwareja Klampok, Susanto, selaku Kamabiran, dalam sambutannya mengajak seluruh peserta untuk menanamkan semangat dan sportivitas sejak dini. “Anak-anakku, hari ini kalian mungkin berlomba, tetapi yang lebih penting adalah belajar menghargai kawan dan menghormati aturan. Menang adalah kebanggaan, tetapi sikap ksatria jauh lebih mulia. Teruslah semangat, jaga kekompakan, dan jadikan setiap tantangan sebagai kesempatan untuk tumbuh,” tuturnya, suaranya mengalun hangat, seperti orang tua yang menaruh harap pada masa depan.
Ketua Kwartir Ranting Purwareja Klampok, Slamet Kurniadi, menegaskan bahwa pemilihan lokasi di lingkungan sekolah menengah menjadi pesan tersendiri. “Hari ini kita berada di tempat yang berbeda dan baru. Ini bukti bahwa Pramuka dapat hadir di mana saja—menyatu dengan ruang-ruang pendidikan, menyapa masyarakat, dan menunjukkan bahwa gerakan ini hidup dan relevan. Pramuka tidak hanya berdiri di lapangan upacara, tetapi juga tumbuh di hati anak-anak kita,” ujarnya, disambut tepuk tangan panjang.
Ketua Panitia, Turiyah, S.Pd., tak menyembunyikan rasa haru melihat antusiasme peserta. “Saya benar-benar tersentuh melihat wajah-wajah ceria itu. Mereka datang dengan semangat, dengan persiapan terbaik yang mereka punya. Dukungan orang tua yang berduyun-duyun hadir menjadi energi luar biasa. Ini bukan hanya pesta lomba, ini pesta cinta—cinta orang tua pada anaknya, cinta guru pada muridnya, dan cinta anak-anak pada Pramuka,” katanya, matanya berbinar.
Di sudut arena, Felicia Farzana—siswi kelas 2 MI Al Hidayah yang untuk kedua kalinya mengikuti Pesta Siaga—mengaku lelah namun bahagia. “Senang sekali, walau capek. Tadi sempat bingung waktu di depan juri di taman, deg-degan sekali. Tapi setelah selesai rasanya lega dan seru. Aku ingin ikut lagi tahun depan,” ujarnya polos. Dalam kalimatnya yang sederhana, tersimpan keberanian yang pelan-pelan sedang tumbuh.
Pelaksanaan lomba dikawal juri objektif dari guru-guru SD/MI serta juri subjektif dari guru SMP/MTs dan SMA se-Kwartir Ranting Purwareja Klampok. Kolaborasi lintas jenjang itu menghadirkan penilaian yang adil sekaligus mempererat jejaring pendidikan di wilayah tersebut.
Menjelang sore, ketika hadiah-hadiah telah berpindah tangan dan barisan mulai bubar, yang tersisa bukan sekadar piala atau sepeda baru. Yang tinggal adalah tawa yang masih menggema, peluh yang menjadi saksi usaha, serta kenangan yang akan diceritakan berulang-ulang di rumah nanti.
Pesta Siaga itu barangkali hanya sehari. Namun seperti rindu yang tak lekang oleh waktu, semangatnya akan menetap—diam-diam menguatkan langkah kecil mereka, satu per satu, menuju masa depan yang lebih berani.***(abenn29_pusdatin)
Narasumber : Anggita
Dokumentasi : Kwarran Purwareja Klampok



















