• Home
  • PROFIL
    • Visi Misi
    • Sejarah Pramuka
  • ORGANISASI
    • Struktur Organisasi
    • Pengurus
  • AGENDA
  • Berita
    • All
    • Gudep
    • Kwarcab
    • Kwarran
    • Saka
    Di Dada Mereka Ada Garuda, di Mata Orang Tua Ada Empat Bulan yang Tak Pernah Sia-Sia

    Di Dada Mereka Ada Garuda, di Mata Orang Tua Ada Empat Bulan yang Tak Pernah Sia-Sia

    Ketika 160 Penggalang Menempa Diri di Lebakwangi

    Ketika 160 Penggalang Menempa Diri di Lebakwangi

    Dari Sebuah Ruang Musyawarah, Pramuka Glempang Menitipkan Masa Depan.

    Dari Sebuah Ruang Musyawarah, Pramuka Glempang Menitipkan Masa Depan.

    Dari Langkah Kecil, Banjarnegara Menanam Masa Depan.

    Dari Langkah Kecil, Banjarnegara Menanam Masa Depan.

    Ketika Jarak Tak Lagi Bernama Jauh, Pramuka Purwareja Klampok Mengirimkan Harapan ke NTT.

    Ketika Jarak Tak Lagi Bernama Jauh, Pramuka Purwareja Klampok Mengirimkan Harapan ke NTT.

    Ketika 540 Cahaya Kecil Pulang Membawa Rindu: Pra-Siaga Purwareja Klampok Menulis Masa Depan dengan Tawa.

    Ketika 540 Cahaya Kecil Pulang Membawa Rindu: Pra-Siaga Purwareja Klampok Menulis Masa Depan dengan Tawa.

    Trending Tags

    • Pramuka
    • Banjarnegara
  • Artikel
    Beri Kepastian Pelaksanaan Jambore Cabang SD/MI, Andalan Cabang Urusan Binamuda Adakan Pertemuan

    Beri Kepastian Pelaksanaan Jambore Cabang SD/MI, Andalan Cabang Urusan Binamuda Adakan Pertemuan

    Pramuka Peduli Bawang Bertekad Jaga Ekosistem Sungai

    Pramuka Peduli Bawang Bertekad Jaga Ekosistem Sungai

    Menikah pada Oktober 1912, Baden-Powell Dianugerahi 3 Orang Anak

    Menikah pada Oktober 1912, Baden-Powell Dianugerahi 3 Orang Anak

  • Materi
    • All
    • Pelatih
    • Pembina
    • Penggalang
    • Siaga
    • Tegak/Dega
    Pramuka Peduli Kwartir Ranting Bawang Rutin Gelar Pembagian Paket Buka Puasa Menggandeng Berbagai Organisasi

    Pramuka Peduli Kwartir Ranting Bawang Rutin Gelar Pembagian Paket Buka Puasa Menggandeng Berbagai Organisasi

    Aksi Sosial Pramuka Ambalan Ken Arok Ken Dedes: Berbagi Takjil ke Panti Asuhan PKU Aisyiyah dan Warga Sekitar Bawang

    Aksi Sosial Pramuka Ambalan Ken Arok Ken Dedes: Berbagi Takjil ke Panti Asuhan PKU Aisyiyah dan Warga Sekitar Bawang

    Pramuka Ambalan Bung-Tomo Sulistina Gelar Kegiatan Mengajar Ngaji di Empat Lokasi di Desa Kaliwinasuh

    Pramuka Ambalan Bung-Tomo Sulistina Gelar Kegiatan Mengajar Ngaji di Empat Lokasi di Desa Kaliwinasuh

  • Dokumen
No Result
View All Result
  • Home
  • PROFIL
    • Visi Misi
    • Sejarah Pramuka
  • ORGANISASI
    • Struktur Organisasi
    • Pengurus
  • AGENDA
  • Berita
    • All
    • Gudep
    • Kwarcab
    • Kwarran
    • Saka
    Di Dada Mereka Ada Garuda, di Mata Orang Tua Ada Empat Bulan yang Tak Pernah Sia-Sia

    Di Dada Mereka Ada Garuda, di Mata Orang Tua Ada Empat Bulan yang Tak Pernah Sia-Sia

    Ketika 160 Penggalang Menempa Diri di Lebakwangi

    Ketika 160 Penggalang Menempa Diri di Lebakwangi

    Dari Sebuah Ruang Musyawarah, Pramuka Glempang Menitipkan Masa Depan.

    Dari Sebuah Ruang Musyawarah, Pramuka Glempang Menitipkan Masa Depan.

    Dari Langkah Kecil, Banjarnegara Menanam Masa Depan.

    Dari Langkah Kecil, Banjarnegara Menanam Masa Depan.

    Ketika Jarak Tak Lagi Bernama Jauh, Pramuka Purwareja Klampok Mengirimkan Harapan ke NTT.

    Ketika Jarak Tak Lagi Bernama Jauh, Pramuka Purwareja Klampok Mengirimkan Harapan ke NTT.

    Ketika 540 Cahaya Kecil Pulang Membawa Rindu: Pra-Siaga Purwareja Klampok Menulis Masa Depan dengan Tawa.

    Ketika 540 Cahaya Kecil Pulang Membawa Rindu: Pra-Siaga Purwareja Klampok Menulis Masa Depan dengan Tawa.

    Trending Tags

    • Pramuka
    • Banjarnegara
  • Artikel
    Beri Kepastian Pelaksanaan Jambore Cabang SD/MI, Andalan Cabang Urusan Binamuda Adakan Pertemuan

    Beri Kepastian Pelaksanaan Jambore Cabang SD/MI, Andalan Cabang Urusan Binamuda Adakan Pertemuan

    Pramuka Peduli Bawang Bertekad Jaga Ekosistem Sungai

    Pramuka Peduli Bawang Bertekad Jaga Ekosistem Sungai

    Menikah pada Oktober 1912, Baden-Powell Dianugerahi 3 Orang Anak

    Menikah pada Oktober 1912, Baden-Powell Dianugerahi 3 Orang Anak

  • Materi
    • All
    • Pelatih
    • Pembina
    • Penggalang
    • Siaga
    • Tegak/Dega
    Pramuka Peduli Kwartir Ranting Bawang Rutin Gelar Pembagian Paket Buka Puasa Menggandeng Berbagai Organisasi

    Pramuka Peduli Kwartir Ranting Bawang Rutin Gelar Pembagian Paket Buka Puasa Menggandeng Berbagai Organisasi

    Aksi Sosial Pramuka Ambalan Ken Arok Ken Dedes: Berbagi Takjil ke Panti Asuhan PKU Aisyiyah dan Warga Sekitar Bawang

    Aksi Sosial Pramuka Ambalan Ken Arok Ken Dedes: Berbagi Takjil ke Panti Asuhan PKU Aisyiyah dan Warga Sekitar Bawang

    Pramuka Ambalan Bung-Tomo Sulistina Gelar Kegiatan Mengajar Ngaji di Empat Lokasi di Desa Kaliwinasuh

    Pramuka Ambalan Bung-Tomo Sulistina Gelar Kegiatan Mengajar Ngaji di Empat Lokasi di Desa Kaliwinasuh

  • Dokumen
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Berita

Di Dada Mereka Ada Garuda, di Mata Orang Tua Ada Empat Bulan yang Tak Pernah Sia-Sia

Kapusdatin Abenn by Kapusdatin Abenn
30 August 2026
in Berita, Gudep, Kwarran
0
Di Dada Mereka Ada Garuda, di Mata Orang Tua Ada Empat Bulan yang Tak Pernah Sia-Sia
0
SHARES
51
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BAWANG – Ada pagi-pagi yang berlalu seperti biasa. Tetapi ada pula pagi yang kelak akan dicari kembali oleh ingatan, karena di dalamnya tersimpan sesuatu yang tak mungkin diulang. Sabtu (29/8) di SMK Negeri 1 Bawang adalah salah satunya. Tiga puluh Pramuka Penegak berdiri dalam upacara pelantikan setelah menempuh empat bulan perjalanan menuju predikat Pramuka Penegak Garuda. Namun yang paling lama tinggal dari upacara itu barangkali bukanlah seremoni, melainkan sepasang mata orang tua yang basah ketika tangan mereka sendiri menyematkan tanda kehormatan ke dada anak-anaknya.

Tiga puluh nama itu datang dari empat pangkalan: SMA Negeri 1 Wanadadi sebanyak 13 peserta, SMK Negeri 1 Bawang 10 peserta, MA Negeri 1 Banjarnegara enam peserta, dan SMK Negeri 2 Bawang satu peserta. Mereka bertemu dalam satu proses yang menuntut lebih dari sekadar kemampuan teknis. Ada portofolio yang diverifikasi, kecakapan khusus yang diuji, karakter yang dinilai dan pengabdian kepada masyarakat yang harus dibuktikan. Di sana, Pramuka Garuda tidak diberikan kepada mereka yang sekadar ingin tampak hebat, melainkan kepada mereka yang bersedia bertahan dalam proses.

Empat bulan mungkin hanya sebuah angka jika ditulis dalam laporan kegiatan. Tetapi bagi seorang remaja, empat bulan adalah ratusan hari yang dipenuhi latihan, kewajiban, koreksi, kegagalan, perbaikan dan keputusan untuk kembali mencoba. Bagi orang tua, empat bulan itu mungkin berarti menunggu anak pulang, memastikan kebutuhan latihan terpenuhi, mengantar ketika diperlukan, kemudian membiarkan mereka tumbuh dengan pengalaman yang tidak selalu bisa dijelaskan dengan kata-kata. Karena itulah ketika tanda Garuda akhirnya sampai di dada, yang bergetar bukan hanya kebanggaan anak-anak itu.

Ketua Kwarran Bawang, Kak Almuhdi, yang memimpin upacara sebagai Pembina Upacara, menempatkan predikat Garuda pada makna yang lebih dalam. Tanda kehormatan tersebut bukan sekadar penanda bahwa seseorang telah mencapai tingkat tertentu dalam kepramukaan, tetapi juga panggilan untuk menjadi teladan. Ada konsekuensi moral di balik simbol. Ada kewajiban untuk menjaga apa yang telah dicapai dan mengubahnya menjadi manfaat bagi orang lain.

Lalu tibalah satu prosesi yang mengubah suasana lapangan menjadi begitu sunyi dan dalam. Orang tua dipersilakan maju. Tidak ada jarak yang berarti antara seragam Pramuka dan pakaian orang tua. Mereka berdiri berhadapan, seperti dua bagian dari perjalanan yang sama. Sang anak telah menempuh ujian; orang tua telah menemani dari kejauhan. Ketika jemari orang tua menyematkan Tanda Pramuka Garuda, seolah empat bulan yang panjang itu menemukan tempat pulangnya.

Air mata pecah. Bukan karena sedih, melainkan karena bahagia yang terlalu penuh untuk disimpan. Di sana, sebuah tanda kehormatan mendadak berubah menjadi simbol dari sesuatu yang lebih tua dan lebih kuat: doa. Doa yang barangkali tidak pernah disebut dalam setiap latihan, tetapi selalu hadir di belakang setiap keberanian anak untuk melangkah.

Itulah sebabnya pencapaian 30 Pramuka Penegak tersebut tidak cukup dibaca sebagai angka keberhasilan. Ia adalah kisah tentang proses. Tentang empat sekolah yang memilih berjalan bersama. Tentang anak-anak muda yang belajar bahwa kehormatan tidak datang dengan mudah. Dan tentang orang tua yang pada akhirnya memperoleh kesempatan untuk menyentuh sendiri hasil dari perjalanan yang selama ini mereka dukung.

Kak Ossa, pendamping gabungan empat pangkalan, menyebut keberhasilan tersebut sebagai buah dari perjuangan panjang. “Perjuangan panjang selama empat bulan ini akhirnya terbayar tuntas. Sangat membanggakan melihat kalung dan tanda Garuda resmi melingkar di dada mereka,” katanya.

Di tengah zaman yang sering mengukur keberhasilan dari seberapa cepat seseorang tiba di tujuan, tiga puluh Pramuka Penegak itu justru mengingatkan bahwa ada perjalanan yang memang harus ditempuh perlahan. Sebab karakter tidak lahir dalam sehari. Keteguhan tidak tumbuh dari tepuk tangan. Dan kehormatan tidak dapat diwariskan hanya melalui nama.

Hari itu, Garuda tersemat di dada mereka. Tetapi jika diperhatikan lebih lama, ada sesuatu yang lain yang seakan ikut tersemat: harapan orang tua, kepercayaan para pembina dan masa depan yang masih panjang. Barangkali itulah rahasia sebuah pelantikan. Ia tidak benar-benar selesai ketika upacara ditutup. Sebagian ruhnya justru mulai berjalan pulang bersama mereka, menempel pada langkah, berdiam di dada, dan sesekali datang kembali sebagai kerinduan pada sebuah pagi ketika tangan orang tua dan cita-cita seorang anak bertemu dalam satu tanda kehormatan.

Dari Bawang, tiga puluh Pramuka Penegak pulang membawa Garuda. Namun yang sesungguhnya mereka bawa jauh lebih besar dari sebuah tanda: keyakinan bahwa perjuangan yang dijalani dengan setia pada akhirnya selalu menemukan seseorang yang bersedia menyaksikan, merestui, dan berkata dalam diam bahwa semua lelah itu ternyata tidak pernah sia-sia. .***(abenn29_kapusdatin.bna)

Narasumber & Dokumentasi : BayOss

Previous Post

Ketika 160 Penggalang Menempa Diri di Lebakwangi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Upcoming Events

  • There are no upcoming events.

Informasi Populer

  • Kontingen Dawet Ayu Bawa Pulang 5 Piala Jamda & ESA

    Kontingen Dawet Ayu Bawa Pulang 5 Piala Jamda & ESA

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 2574 Pramuka Garuda Banjarnegara Dikukuhkan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ratusan Pramuka Penggalang ikuti Jambore Ranting Kwarran Pandanarum

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Sejarah, SLB Banjarnegara Lahirkan Pramuka Garuda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kwarran Batur Selenggarakan Jambore

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Terhubung dengan kami

IG : kwarcab_banjarnegara

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

Sekretariat

Jalan Krida Remaja No. 17, Kel. Sokanandi, Kec. Banjarnegara, Kab. Banjarnegara, Jawa Tengah 53413

E-mail : kwarcab1104mbanjarnegara@gmail.com

Map

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2023 Pramuka Banjarnegara by Aulia

No Result
View All Result
  • Home
  • Profil
    • Visi Misi
    • Sejarah Pramuka
  • Organisasi
    • Struktur Organisasi
    • Pengurus
  • Agenda
  • Berita
  • Artikel
  • Dokumen

© 2023 Pramuka Banjarnegara by Aulia