PAGENTAN – Ada pengabdian yang tidak selalu terdengar gemuruhnya. Ia tumbuh dalam kesabaran seorang pembina, hadir dalam latihan yang berulang, dan menjelma menjadi keteladanan yang perlahan membentuk karakter anak-anak. Di sanalah Gerakan Pramuka menemukan salah satu kekuatannya: pada orang-orang yang bersedia terus belajar demi menyiapkan generasi masa depan.
Semangat itulah yang menemukan ruangnya dalam Karang Pamitran Kwarran Gerakan Pramuka Pagentan Tahun 2026 di SD Negeri 2 Sokaraja, Rabu (21/10/2026). Sebanyak 102 peserta dari unsur Mabigus dan pembina Pramuka jenjang SD, MI, dan SMP berhimpun bukan semata-mata untuk menghadiri sebuah agenda organisasi, melainkan untuk merawat kembali ikatan persaudaraan dan memperkaya bekal pengabdian.
Di antara para peserta itu, ada pengalaman yang dibawa dari pangkalan masing-masing, ada persoalan pembinaan yang membutuhkan jawaban, dan ada harapan yang sama: agar Pramuka tetap menjadi ruang pendidikan karakter yang hidup, dekat dengan anak-anak, serta mampu menjawab tantangan zaman.
Ketua Kwarran Pagentan, Toto Kusnindar, S.Pd., memandang pertemuan semacam ini sebagai bagian penting dari perjalanan seorang pembina. Baginya, kemampuan membina tidak cukup bertumpu pada apa yang telah dikuasai hari ini. Ada kewajiban untuk terus memperbarui pengetahuan, membuka diri terhadap pengalaman orang lain, dan menjaga keteladanan dalam setiap tindakan.
“Pembina hebat bukan hanya mereka yang mampu mengajarkan, tetapi juga mereka yang terus belajar, menginspirasi, dan memberikan keteladanan. Karang Pamitran adalah ruang untuk mempererat persaudaraan, berbagi pengalaman, meningkatkan kompetensi, dan menyatukan semangat. Kita ingin para pembina pulang bukan hanya membawa tambahan pengetahuan, tetapi juga membawa energi baru untuk menghadirkan pembinaan yang lebih baik bagi generasi muda,” ungkapnya.
Pesan itu menemukan maknanya dalam diseminasi materi Kursus Pengelolaan Gugus Depan (KPGD), salah satu agenda utama kegiatan. Pengetahuan tidak seharusnya berhenti di ruang pertemuan. Ia perlu bergerak dari satu pembina kepada pembina lain, menyeberang dari satu pangkalan ke pangkalan berikutnya, lalu menemukan bentuk nyatanya dalam tata kelola gugus depan dan aktivitas kepramukaan sehari-hari.
Wakil Ketua Mabiran sekaligus Korwilcamdikpora Pagentan, Yuni Sulastri, S.Pd.SD., menempatkan silaturahmi dan kolaborasi sebagai dua kekuatan yang perlu terus dirawat. Menurutnya, pembinaan generasi muda tidak mungkin tumbuh optimal apabila setiap unsur berjalan sendiri-sendiri.
“Bersilaturahmi, berbagi inspirasi, menguatkan kolaborasi, dan mengabdi dengan sepenuh hati merupakan semangat yang harus kita bawa bersama. Karang Pamitran menjadi kesempatan untuk saling menguatkan, belajar dari keberhasilan maupun tantangan yang dihadapi rekan-rekan pembina, kemudian menyatukan langkah agar pembinaan kepramukaan semakin berkualitas. Ilmu dan pengalaman yang diperoleh hendaknya menjadi gerakan nyata di sekolah dan gugus depan,” tuturnya.
Ada kesadaran penting dalam pesan tersebut: membangun karakter anak bukan pekerjaan satu orang. Ia membutuhkan ekosistem yang saling mendukung, mulai dari pembina yang tekun, Mabigus yang memberikan dukungan, hingga lingkungan pendidikan yang memberi ruang bagi tumbuhnya kemandirian, kedisiplinan, kreativitas, dan kepedulian.
Aris Sudaryanto, S.Pd., M.M., Wakil Ketua Pembinaan Anggota Dewasa Kwarcab Banjarnegara, turut mengingatkan bahwa kebersamaan harus berujung pada peningkatan mutu pengabdian. Pertemuan akan kehilangan sebagian maknanya apabila inspirasi yang diperoleh tidak diterjemahkan menjadi perubahan di lapangan.
“Mari kita kuatkan kebersamaan, tingkatkan kualitas pembinaan, dan terus hadir untuk membentuk generasi penerus bangsa yang tangguh dan berkarakter. Karang Pamitran hendaknya menjadi momentum untuk meningkatkan kompetensi, memperluas cara pandang, dan menumbuhkan keberanian untuk terus berinovasi. Yang kita perjuangkan bukan sekadar terlaksananya kegiatan kepramukaan, melainkan bagaimana setiap proses pembinaan mampu meninggalkan nilai dan pengalaman berharga bagi peserta didik,” ujarnya.
Sementara itu, bagi Eko Wahyudi, S.Pd.SD., salah seorang peserta, pengalaman yang diperoleh selama kegiatan merupakan bekal yang perlu dibawa pulang dan dibagikan kembali.
“Melalui kegiatan ini, saya mendapatkan banyak inspirasi, ilmu, dan pengalaman berharga untuk membina generasi muda agar lebih berkarakter, mandiri, disiplin, kreatif, dan berjiwa patriotik. Harapan saya, kebersamaan ini tidak berakhir setelah kegiatan selesai. Tali silaturahmi harus tetap terjaga, ilmu yang didapat perlu diterapkan, dan semangat untuk terus bergerak, berkarya, serta mengabdi harus dibawa ke gugus depan masing-masing,” katanya.
Diseminasi KPGD melibatkan pemateri dari Kwarcab Banjarnegara, yakni Sugeng Wiyono dan Esther Christina Handinata, serta pemateri dari Kwarran Pagentan, yaitu Sumardiono, Akhmad Agus Supriyadi, Panggih Wijaya, Suherman, dan Untung Ardi Yulianto. Kegiatan ini didukung jajaran pengurus Kwarran Pagentan serta pendamping dari Kwarcab Banjarnegara, Aris Sudaryanto, Sugeng Wiyono, dan Esther Christina Handinata.
Sebanyak 102 peserta yang berhimpun di SD Negeri 2 Sokaraja menjadi pengingat bahwa kekuatan Gerakan Pramuka tidak semata-mata diukur dari banyaknya kegiatan yang terlaksana. Kekuatan itu juga bertumbuh dari kesediaan para pembinanya untuk saling belajar, berbagi, dan menjaga nyala pengabdian.
Sebab, di balik setiap anak yang belajar berani mengambil keputusan, memahami arti disiplin, atau tumbuh dengan kepedulian kepada sesama, sering kali ada seorang pembina yang bekerja dalam diam. Ia mungkin tidak selalu mendapat sorotan, tetapi jejak keteladanannya dapat tinggal jauh lebih lama daripada sebuah pertemuan.
Karang Pamitran Pagentan 2026 pun menemukan arti yang lebih dalam: bukan sekadar mempertemukan para pembina dalam satu ruangan, melainkan menyambungkan kembali semangat yang kelak menyala di banyak gugus depan. Dari Pagentan, ikhtiar itu diteruskan—agar api pengabdian tetap terjaga, dan pendidikan karakter terus menemukan jalannya dalam kehidupan generasi muda.***(abenn29_kapusdatin.bna)
Narasumber & Dokumentasi : Kwarran Pagentan



















Tekad untuk maju pembuktiannya dengan bergerak memperbaiki diri. Pagentan siap untuk itu.