Banjarnegara — Di bawah langit Banjarnegara yang teduh, halaman MTs Negeri 2 Banjarnegara menjadi saksi lahirnya kembali semangat pengabdian para pembina Pramuka. Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) Kwartir Cabang Banjarnegara resmi dibuka pada Kamis, 29 Januari 2026, dan akan berlangsung hingga 1 Februari 2026. Sebuah ikhtiar panjang untuk menumbuhkan cinta, bukan sekadar keterampilan.
Pembukaan KMD dilakukan oleh Wakil Ketua Kwartir Cabang Banjarnegara Bidang Pembinaan Anggota Dewasa, Aris Sudaryanto. Dengan nada suara yang tenang namun sarat makna, ia menyebut KMD sebagai “kawah candradimuka” tempat para pembina ditempa—bukan hanya secara teknis, tetapi juga secara batin.
“KMD bukan sekadar kursus, ini adalah perjalanan rasa,” ujar Kak Aris. “Di sinilah pembina belajar mencintai kembali Pramuka dengan cara yang dewasa. Ilmu yang diperoleh bukan untuk disimpan, tetapi dihidupkan dan diwariskan kepada peserta didik dengan hati.”
Sebanyak 44 pembina Pramuka dari berbagai jenjang—SD hingga SMA/SMK—mengikuti kegiatan ini. Komposisi peserta yang didominasi generasi muda menghadirkan denyut energi baru. Mereka hadir bukan sekadar membawa seragam, tetapi juga harapan. Hadir pula Wakabinawasa, Wakabinamuda, Kapusdiklatcab, para pelatih, Andalan Cabang dan Ranting, pengawas SD dan MI, serta Kepala MTs Negeri 2 Banjarnegara, mempertegas bahwa KMD ini adalah gerak bersama.
Ketua Kwarran Banjarnegara, Rowi, dalam sambutannya menegaskan bahwa KMD bukan titik akhir, melainkan awal dari pergerakan yang lebih luas.
“Kami berharap setelah KMD ini, roda kepramukaan di gugus depan kembali berputar dengan penuh cinta dan kesadaran,” kata Rowi. “Pramuka tidak akan hidup jika pembinanya berhenti bergerak.”
Sementara itu, Ketua Panitia Wahyu Anom Suseno melihat KMD ini seperti pertemuan dua energi: idealisme dan pengalaman. Ia menyebut dominasi peserta muda sebagai anugerah.
“Antusiasme peserta luar biasa. Anak-anak muda ini menularkan semangat bergerak,” ujarnya. “Namanya Gerakan Pramuka, maka ia harus terus bergerak—dengan riang, dengan cinta, dengan keberanian.”
Prosesi pembukaan berlangsung khidmat. Penyerahan tanda peserta dilakukan oleh Rivan Fatulloh dan Khusnia Anggi Utami, sementara bendera KMD diserahkan dari Kapusdiklatcab Sugeng Wiyono kepada Pinsus Wiwi Sugiastuti, sebuah simbol estafet semangat yang tak boleh terputus. Acara dipandu dengan hangat oleh MC Isnaini Laila Qodriati dan Agustina Dewi Merdekawati, dengan pembawa bendera Semdy Ardhi Suwarna.
Nuansa emosional paling terasa justru datang dari para peserta. Dewi Aryani, salah satu peserta senior, mengaku kembali menemukan gairah yang sempat redup.
“Pramuka itu menyenangkan,” tuturnya sambil tersenyum. “Meski usia tak lagi muda, berada di tengah anak-anak muda membuat saya bergairah lagi. Seperti jatuh cinta untuk kedua kalinya.”
Bagi Eni Pirwanti, KMD adalah jawaban dari penantian panjang.
“Pengembangan diri bagi pembina Pramuka sudah lama saya tunggu,” katanya. “KMD ini luar biasa, seperti ruang untuk memeluk kembali cita-cita lama yang sempat tertunda.”
Sementara Surya Widhi Prakoso merasakan sensasi nostalgia yang hangat.
“Rasanya seperti kembali menjadi peserta didik,” ucapnya. “Mengingat masa-masa kemah, api unggun, dan tawa yang sederhana tapi jujur.”
KMD Kwarcab Banjarnegara bukan sekadar laporan kegiatan. Ia adalah kisah tentang cinta yang diperbarui—antara pembina dan pengabdiannya, antara gerakan dan mereka yang setia menghidupkannya. Di MTs Negeri 2 Banjarnegara, Pramuka sekali lagi membuktikan: ia bukan hanya gerakan fisik, tetapi juga gerakan hati.***(abenn29_pusdatin)
Narasumber : Panggih Margo Santosa
Dokumentasi : Kwarran Banjarnegara





















Jumlah Pembina yang “siap” menjadi jembatan sukses pembinaan Pramuka harus selalu bertambah