Banjarnegara, Selasa pagi (24/2/2026), belum sepenuhnya terjaga ketika langkah-langkah penuh semangat mulai memadati ruang terbuka kota. Di bawah langit yang perlahan berpendar jingga, puluhan relawan Pramuka Peduli bergerak serentak, menyatu dalam satu tujuan: membersihkan bumi yang mereka pijak, merawat rumah yang mereka cintai.
Aksi bertajuk Aksi Pramuka Peduli Lingkungan, Bersih Sampah Serentak ini digelar dalam rangka memperingati Hari Sampah Nasional. Dimulai sejak pukul 07.00 WIB, kegiatan diawali dengan apel bersama di Alun-alun Banjarnegara, sebelum para peserta bergerak menuju Taman Terbuka Hijau untuk melakukan pembersihan.
Sebanyak 30 personel Pramuka Peduli atau yang akrab disebut Pramuli turun langsung ke lapangan. Dengan sarung tangan di tangan dan kantong sampah di pundak, mereka menyisir sudut-sudut taman, memungut plastik, botol, dan sisa-sisa aktivitas manusia yang tertinggal. Tak hanya sekadar membersihkan, mereka juga sedang menanamkan nilai: bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama, bukan sekadar kewajiban.
Suasana terasa hidup. Di antara canda ringan dan langkah yang terus bergerak, tampak sinergi antara Pramuka, OPD, dan masyarakat. Sebuah kolaborasi yang tidak hanya menghasilkan lingkungan yang lebih bersih, tetapi juga semangat kebersamaan yang menghangatkan pagi.
Kegiatan berlangsung dengan lancar dan aman. Tidak ada sekadar seremoni yang hadir adalah aksi nyata.
Di tengah kegiatan itu, Slamet Riyadi, yang bertugas dalam kegiatan ini, menyampaikan pandangannya dengan nada penuh harap.
“Gerakan ini bukan hanya tentang memungut sampah, tapi tentang memungut kesadaran. Hari ini kita membersihkan lingkungan, tapi yang lebih penting adalah menumbuhkan rasa memiliki terhadap Banjarnegara. Kalau bukan kita yang peduli, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?”
Ia menambahkan bahwa aksi serentak seperti ini menjadi momentum penting untuk membangun budaya bersih yang berkelanjutan.
“Saya melihat semangat luar biasa dari teman-teman Pramuka Peduli dan seluruh pihak yang terlibat. Ini bukan sekadar kegiatan tahunan, tetapi harus menjadi gerakan yang hidup di keseharian. Banjarnegara yang bersih adalah cerminan masyarakat yang beradab.”
Apa yang terlihat dalam pamflet kegiatan sosok-sosok yang tersenyum sambil memungut sampah di bawah lanskap alam Banjarnegara yang indah seolah menjadi nyata pagi itu. Gunung yang berdiri kokoh, candi yang memeluk sejarah, dan manusia-manusia yang memilih untuk peduli semuanya menyatu dalam satu narasi: menjaga harmoni antara alam dan kehidupan.
Aksi ini mungkin sederhana. Hanya memungut sampah. Namun di balik itu, tersimpan pesan besar: perubahan tidak selalu dimulai dari hal besar, tetapi dari langkah kecil yang dilakukan bersama.
Dan pagi itu, Banjarnegara tidak hanya menjadi lebih bersih. Ia menjadi lebih hidup. Lebih sadar. Lebih peduli.
“Ayo Kita Peduli Lingkungan, Bersihkan Banjarnegara dari Sampah!”
Sebuah ajakan yang bukan hanya untuk didengar, tetapi untuk dijalankan.***(abenn29_pusdatin)
Narasumber : Slamet Riyadi
Dokumentasi : Slamet Riyadi





















Manusia yang bertanggung jawab: di mana dia pernah ada, tak ada jejak negatif yang ditinggalkan.