BANJARNEGARA — Suasana religius dan penuh kebersamaan mewarnai lingkungan MAN 2 Banjarnegara selama pelaksanaan kegiatan Pesantren Ramadhan yang berlangsung pada 12–14 Maret 2026. Kegiatan yang diikuti sekitar 100 peserta ini melibatkan siswa-siswi dari Pramuka Ambalan Gajah Mada–Srikandi serta anggota OSIM MAN 2 Banjarnegara.
Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta mengikuti berbagai kegiatan yang tidak hanya memperdalam pemahaman keagamaan, tetapi juga menumbuhkan kepedulian sosial serta membangun karakter spiritual para siswa.
Rangkaian kegiatan diawali dengan kajian kitab fikih yang membahas Riyadhusholihin dan Tafsir Jalalain bersama Ustadz Kafia Anshori, S.Pd. Kajian ini bertujuan menambah pemahaman peserta mengenai hukum-hukum dalam Islam serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, para siswa juga mengikuti pembelajaran tahsin Al-Qur’an yang dibimbing oleh Ustaz Alfian Nur Mustofa Kamil, S.Pd., guna meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar sesuai kaidah tajwid dan makhraj huruf.
“Antusiasme peserta sudah sangat terlihat sejak pembukaan ini. Mereka tampak siap dan bersemangat mengikuti seluruh materi, mulai dari tahsin hingga kajian kitab,” ungkap Ustaz Alfian Nur Mustofa Kamil saat mendampingi kegiatan.
Tidak hanya pembelajaran teori, peserta juga mendapatkan pengalaman praktik keagamaan melalui pelatihan pemulasaraan jenazah yang dipandu oleh Pak Slamet sebagai narasumber. Dalam sesi ini, para siswa diperkenalkan secara langsung tata cara mengurus jenazah sesuai syariat Islam, mulai dari memandikan, mengkafani, menyolatkan hingga persiapan pemakaman.
Sementara itu, kegiatan tafsir Al-Qur’an yang dibimbing oleh Ustadz Imam Heri Purnomo, S.Pd., M.Pd., memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada para siswa mengenai makna ayat-ayat Al-Qur’an serta relevansinya dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan Pesantren Ramadhan juga diisi dengan aksi sosial Ramadhan Berbagi yang melibatkan siswa OSIM, Pramuka Ambalan Gajah Mada–Srikandi, serta para pembina. Dalam kegiatan tersebut, para peserta menyalurkan bantuan kepada masyarakat sekitar madrasah yang membutuhkan.
Berdasarkan data panitia, bantuan yang disalurkan terdiri dari 74 paket sembako serta 19 amplop santunan uang tunai. Paket sembako diberikan kepada masyarakat dengan kondisi ekonomi lemah, seperti tukang becak dan warga kurang mampu di sekitar madrasah. Sementara itu, santunan uang tunai secara khusus diberikan kepada siswa Mandabara yang mengalami kesulitan ekonomi.
Panitia penerimaan zakat, Muhammad Subhan AS, S.Pd., menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan hasil partisipasi dari seluruh keluarga besar madrasah.
“Penyaluran ini mencakup 74 paket sembako untuk masyarakat umum dan 19 amplop uang bagi siswa internal kami. Infaq ini dikumpulkan oleh anak-anak OSIM berbarengan dengan penarikan zakat fitrah selama rangkaian kegiatan Amaliyah Ramadhan,” jelasnya.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan Khataman Al-Qur’an yang diikuti seluruh warga madrasah. Kegiatan yang difokuskan pada pembacaan Juz 30 tersebut berlangsung dengan khidmat. Prosesi khataman dipimpin oleh Ustadz Muhammad Amrulloh, S.Pd.I., sementara doa khataman dipandu oleh Ustadz Kafia Anshori. Lantunan ayat suci yang menggema di seluruh sudut madrasah menciptakan suasana haru dan religius bagi para peserta.
Kepala MAN 2 Banjarnegara, Prihantoro Achmad, S.Pd., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia berharap rangkaian kegiatan Pesantren Ramadhan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga mampu menumbuhkan nilai spiritual dan kepedulian sosial di kalangan siswa.
“Kami berharap dengan khataman Al-Qur’an ini bisa membawa ketenangan dan kesejukan bagi kita semua. Semoga keberkahan ayat-ayat yang dibaca hari ini melimpah bagi keluarga besar Mandabara,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan berbagi kepada masyarakat sekitar.
“Kami sangat bersyukur kegiatan Ramadhan Berbagi ini berjalan lancar. Harapannya, bantuan yang diberikan dapat bermanfaat bagi masyarakat yang menerima dan menjadi keberkahan bagi keluarga besar Mandabara yang telah menyisihkan sebagian rezekinya,” tutur Prihantoro Achmad.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, Pesantren Ramadhan di MAN 2 Banjarnegara menjadi ruang pembelajaran yang tidak hanya memperkaya ilmu agama, tetapi juga menumbuhkan kepedulian, empati, serta tanggung jawab sosial bagi para siswa sebagai bagian dari masyarakat.
Penulis: Shintia Murji Allatif




















