BANJARNEGARA – Matahari pagi itu bersinar sangat terang, menumpahkan panasnya tepat di halaman SDS Khalimul Khasan Bilingual School. Namun terik yang menyengat tak mampu menyurutkan langkah-langkah kecil penuh semangat. Justru di bawah cahaya yang membakar itulah, ratusan Pramuka Siaga menyalakan energi kebersamaan dalam “Pesta Siaga Kwarran Kalibening”, Rabu (8/4/2026).
Sebanyak 32 barung putra dan 37 barung putri, dengan total 552 peserta, hadir membawa semangat yang sama: belajar, bermain, dan bertumbuh bersama. Peluh yang menetes di dahi seolah menjadi saksi ketangguhan mereka. Di tengah panas yang menyengat, tak ada keluhan yang terdengar justru gelak tawa, sorak penyemangat, dan yel-yel penuh kebanggaan dari setiap barung.
Terik matahari seakan menguji daya juang, sementara semangat anak-anak justru menjawabnya dengan keceriaan. Mereka berlari, berkompetisi, dan saling menyemangati, menegaskan bahwa kepramukaan adalah tentang ketangguhan sekaligus kebersamaan.
Kapolsek Kalibening selaku anggota Mabiran, Iptu Saripin, menyampaikan pesan mendalam kepada seluruh peserta. Ia mengajak anak-anak untuk tetap menjaga nilai persaudaraan di tengah derasnya arus perubahan zaman.
“Yanda titipkan kepada anak-anakku semua, agar senantiasa menjaga kebersamaan, kerukunan, dan rasa persaudaraan. Boleh bersaing dalam prestasi, tetapi silaturahmi harus tetap diutamakan. Jangan sampai perkembangan teknologi membuat kita kehilangan jati diri, sopan santun, dan rasa cinta terhadap bangsa,” tuturnya dengan penuh penekanan.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran pendidikan dan keluarga dalam membentengi generasi muda dari lunturnya nilai budaya dan wawasan kebangsaan. Menurutnya, kegiatan kepramukaan menjadi salah satu benteng yang kokoh dalam membentuk karakter anak.
Ketua Kwarran Kalibening, Mangsud, menegaskan bahwa Pesta Siaga adalah ruang pembelajaran yang utuh tidak hanya mengasah kemampuan, tetapi juga membangun jiwa sosial dan rasa kebersamaan.
“Di sinilah anak-anak belajar arti hidup bersama, menghargai perbedaan, dan membangun kekompakan. Ini adalah proses panjang membentuk karakter generasi yang kuat dan berbudaya,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia, Kisruh, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari tugas Gerakan Pramuka dalam menanamkan nilai-nilai kemanusiaan sejak dini.
“Melalui Pesta Siaga, kita berupaya menanamkan kejujuran, keadilan, dan kerelaan berkorban. Ini bukan sekadar kegiatan, tetapi proses membentuk pengalaman hidup yang akan membekas sepanjang masa,” jelasnya.
Pada akhir kegiatan, suasana semakin semarak saat pengumuman kejuaraan. Untuk kategori putra, SD Negeri 2 Kertosari berhasil meraih Barung Tergiat I Utama, diikuti SD Negeri 1 Kalisatkidul dan SD Negeri 3 Sikumpul. Sementara pada kategori putri, SD Negeri 1 Kalibening tampil gemilang sebagai juara pertama, disusul SD Negeri 1 Kalisatkidul dan SD Negeri 2 Kertosari.
Kategori Madya dan Purwa pun menghadirkan persaingan yang tak kalah seru, dengan berbagai pangkalan menunjukkan dedikasi dan semangat terbaik mereka.
Menjelang usainya kegiatan, ketika lelah mulai terasa dan kebahagiaan telah terukir, langit yang sejak pagi cerah perlahan berubah. Awan gelap datang, dan tak lama kemudian hujan deras pun turun membasahi arena. Seolah menjadi penutup yang sempurna, hujan itu membawa kesejukan setelah perjuangan panjang di bawah terik.
Namun bagi para peserta, hari itu telah lebih dulu membasuh hati dengan tawa, persahabatan, dan kenangan yang tak tergantikan.
Pesta Siaga Kwarran Kalibening menjadi bukti bahwa dalam panas maupun hujan, semangat kebersamaan tetap tumbuh dan menguat. Dari terik yang membakar hingga hujan yang mengguyur, lahir generasi tangguh yang siap melangkah menyongsong masa depan bangsa.***(abenn29_pusdatin.bna)




















