Ada perjalanan yang dimulai bukan ketika kaki menapak tanah, melainkan ketika hati telah lebih dahulu memutuskan untuk mengabdi.
Esok hari, empat puluh dua Pramuka terbaik Banjarnegara akan meninggalkan rumah-rumah mereka menuju Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Mereka bukan sekadar peserta Lomba Lintas Alam Sahabat Rimba Indonesia 2026. Mereka adalah utusan yang membawa nama Banjarnegara, membawa semangat persaudaraan, sekaligus membawa pesan bahwa alam bukan ruang untuk ditaklukkan, melainkan sahabat yang harus dijaga.
Mereka berasal dari Dewan Kerja Cabang Banjarnegara, Unit Bantu Pertolongan Pramuka, Unit Jurnalistik Banjarcahyana, Unit Protokol Pramuka Pasukan Tunas Banjarcahyana, Gugusdepan Penegak se-Banjarnegara, dan Pramuka Peduli Kwartir Cabang Banjarnegara. Empat puluh dua orang yang akan menyatu dalam satu irama langkah.
Di Desa Sikapat dan Gandatapa, rute sepanjang sepuluh kilometer telah menanti. Jalan setapak, tanjakan, pepohonan, dan udara pegunungan akan menjadi ruang belajar yang sesungguhnya. Sebab, di alam, kemenangan tidak hanya dihitung dari siapa yang lebih cepat, tetapi juga dari siapa yang tetap mampu menjaga kebersamaan, menghormati lingkungan, dan menuntaskan setiap tantangan dengan hati yang bersih.
Wakil Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Kwarcab Banjarnegara, Sagiyo, memandang keberangkatan ini sebagai bentuk pengabdian yang lebih luas daripada sekadar mengikuti perlombaan.
“Setiap seragam yang dikenakan hari ini membawa amanah masyarakat Banjarnegara. Jadilah teladan di mana pun berada. Biarkan sikap, etika, dan kepedulian kalian lebih lantang berbicara daripada kata-kata.”
Nada yang sama disampaikan Wakil Ketua Bidang Bina Muda, Rowi.
“Alam selalu menjadi guru yang jujur. Ia mengajarkan kesabaran saat menanjak, kerendahan hati ketika lelah, dan kekuatan ketika kita memilih terus melangkah bersama. Itulah bekal yang ingin kami tanamkan kepada generasi muda Banjarnegara.”
Bagi Ketua Dewan Kerja Cabang Banjarnegara, M. Risyad Ma’ruf, keberangkatan ini adalah ikrar bersama.
“Kami berangkat bukan untuk menjadi yang paling hebat, tetapi untuk menjadi yang paling siap menjaga nama baik Banjarnegara. Jika prestasi datang, itu adalah buah dari kerja keras. Namun jika persaudaraan semakin kuat dan kecintaan terhadap alam semakin tumbuh, itulah kemenangan yang paling bermakna.”
Barangkali, besok yang akan terlihat hanyalah puluhan Pramuka berjalan menembus jalur lintas alam. Namun sesungguhnya, yang sedang bergerak adalah harapan. Sebab setiap jejak yang mereka tinggalkan di rimba Banyumas adalah jejak pengabdian yang kelak akan pulang membawa cerita, pengalaman, dan keyakinan bahwa Pramuka Banjarnegara tidak hanya pandai melangkah, tetapi juga tahu ke mana langkah itu harus diarahkan.***(abenn29_pusdatin.bna)
Narasumber : M. Risyad Ma’ruf
Dokumentasi : Kwarcab Banjarnegara


















