BANJARNEGARA – Sabtu (4/7/2026) Sebuah kontingen besar selalu lahir dari proses yang tidak sederhana. Sebelum melangkah ke Bumi Perkemahan Rama-Shinta di Prambanan, Banjarnegara terlebih dahulu menempuh jalan sunyi: memilih mereka yang layak membawa nama daerah dengan kehormatan.
Di Sanggar Pramuka Kwartir Cabang Banjarnegara, tiga puluh Pramuka Penggalang dari lima belas Gugus Depan mengikuti Seleksi Duta Kontingen. Mereka datang dengan impian yang sama, tetapi memahami bahwa hanya mereka yang terbaik yang akan melanjutkan perjalanan menuju Jambore Pramuka MTs Jawa Tengah Ke-2 Tahun 2026.
Jambore tersebut bukan sekadar perkemahan. Berdasarkan petunjuk teknis, kegiatan ini menjadi ruang pembinaan karakter, persaudaraan, dan prestasi bagi Pramuka Penggalang dengan semangat “Bersatu dalam Semangat Penggalang, Berkarakter, Berprestasi, dan Berakhlak Mulia.”
Sekretaris Kwartir Cabang Banjarnegara, Dwi Cahyo Ariwidodo, mengingatkan bahwa sanggar adalah rumah bersama. Tempat setiap peserta belajar, saling menguatkan, dan bertumbuh sebagai keluarga besar Pramuka Banjarnegara.
Pesan yang tak kalah kuat disampaikan Ketua KKM, Natir, M.Pd. Menurutnya, seleksi dilaksanakan secara independen dengan mengedepankan objektivitas dan sportivitas.
“Siapa pun yang terpilih adalah pilihan terbaik,” pesannya.
Kalimat sederhana itu menjadi penegas bahwa prestasi hanya memiliki makna apabila lahir dari proses yang jujur.
Sebab di Jambore nanti, peserta tidak hanya dituntut menguasai pionering, semaphore, kompas, baris berbaris, pertolongan pertama, maupun pentas seni, tetapi juga menunjukkan karakter, kerja sama, dan jiwa pengabdian sebagai seorang Pramuka.
Pada akhirnya, Banjarnegara bukan sekadar mencari peserta yang mampu membawa pulang piala. Daerah ini sedang menyiapkan generasi yang mampu membawa pulang nilai-nilai kejujuran, persaudaraan, dan pengabdian. Dari sanggar yang sederhana itulah, mimpi besar itu mulai dirajut.***(abenn29_kapusdatin.bna)



















