BANJARNEGARA – Ada pekerjaan besar yang sering kali bermula dari ruang yang sederhana: memastikan sebuah Gugus Depan dikelola dengan benar.
Di sanalah Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Banjarnegara menaruh perhatian melalui Kursus Pengelolaan Gugus Depan (KPGD) Tahun 2026, yang dimulai Selasa, 6 Oktober 2026. Kursus ini mempertemukan empat perwakilan dari setiap Kwartir Ranting se-Kabupaten Banjarnegara dalam satu ruang belajar bersama.
Mereka datang membawa pengalaman dari wilayah masing-masing. Namun selama kursus, mereka dipertemukan oleh satu kebutuhan yang sama: bagaimana membuat Gugus Depan menjadi ruang pembinaan yang tertata, produktif dan mampu menumbuhkan anggota Pramuka dengan lebih baik.
Materi yang disiapkan pun cukup luas. Peserta tidak hanya belajar tentang regulasi melalui PP Nomor 5 Tahun 2026, tetapi juga menyelami fundamental, Pramuka Garuda dan mekanisme penilaiannya, administrasi serta akreditasi Gugus Depan, proyek pembangunan dan produktif, portofolio, verifikasi usulan Pramuka Garuda, hingga aplikasi dan rencana tindak lanjut.
Saat membuka kegiatan, Aji Piluroso, S.STP., Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Hukum Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Banjarnegara, mengingatkan bahwa kekuatan organisasi justru dibangun dari unit terkecil tempat pembinaan berlangsung.
“Kita sering melihat organisasi dari sisi besarnya. Tetapi sesungguhnya kekuatan Gerakan Pramuka ada di Gugus Depan. Di sanalah pembina bertemu peserta didik, di sanalah pendidikan karakter berlangsung, dan di sanalah nilai-nilai kepramukaan diterjemahkan menjadi tindakan,” kata Aji.
Menurutnya, KPGD harus menjadi momentum untuk membangun kesamaan langkah.
“Kalau Gugus Depan dikelola dengan baik, program pembinaan akan lebih terarah. Kalau administrasinya tertib, evaluasi akan lebih mudah. Dan kalau orang-orang di dalamnya memiliki pemahaman yang sama, maka organisasi akan bergerak lebih kuat. Karena itu, kami berharap peserta mengikuti seluruh proses dengan serius dan kemudian membagikan apa yang diperoleh kepada Kwartir Ranting serta Gugus Depan masing-masing,” ujarnya.
Pesan serupa disampaikan Sugeng Wiyono, S.Pd., Kepala Pusat Pelatihan dan Pendidikan Banjarcahyana, yang menjadi salah satu pelatih dalam kursus. Ia melihat KPGD sebagai proses membangun kapasitas manusia, bukan sekadar menyampaikan sejumlah materi.
“Yang kita latih sebenarnya bukan hanya kemampuan mengelola administrasi. Kita sedang membangun cara berpikir seorang pengelola Gugus Depan. Ketika memahami sebuah aturan, peserta harus tahu bagaimana menerapkannya. Ketika memahami Pramuka Garuda, peserta harus mampu melihat proses pembinaannya. Dan ketika menemukan persoalan, mereka harus mampu mencari jalan keluarnya,” tutur Sugeng.
Dalam kursus ini, Sugeng mengampu materi Fundamental, Syarat Pramuka Garuda dan Cara Menilai Pramuka Garuda, serta Temuan dan Tantangan Pramuka Garuda.
Ia menyebut keberadaan empat peserta dari setiap Kwartir Ranting sebagai strategi penting agar pengetahuan tidak berhenti pada individu.
“Empat orang itu nantinya menjadi bagian dari mata rantai. Mereka belajar di sini, kemudian kembali ke Kwartir Ranting, berkomunikasi dengan para pengelola Gugus Depan, dan bersama-sama memperbaiki apa yang memang perlu diperbaiki. Jadi, efek kursus ini harus terasa setelah kegiatan selesai,” katanya.
Kursus juga menghadirkan tim pelatih dengan berbagai bidang kompetensi. Rowi, M.Pd.I. menangani proyek pembangunan dan proyek produktif; Dwi Cahyo Ari Widodo, S.Si., mengampu administrasi Gugus Depan, RTL dan pelantikan Tim Pengembang; Eko Priyatno Kurniawan, S.Pd.SD., menangani portofolio dan aplikasi Pramuka Garuda; Purwono, S.Pd., membahas verifikasi usulan dan tahapan Pramuka Garuda; Esther Christina Handinata, M.Pd., mengampu Tim Penilai, akreditasi dan penilaian Gugus Depan; sementara Siti Maryatun, M.Pd., memberikan materi PP Nomor 5 Tahun 2026.
Dengan komposisi tersebut, KPGD bergerak dari regulasi menuju praktik. Dari konsep menuju kemampuan mengelola. Dari ruang belajar menuju Gugus Depan yang sesungguhnya.
Peserta juga diarahkan untuk menyusun rencana tindak lanjut dan mengikuti pelantikan Tim Pengembang. Pada bagian akhir rangkaian, refleksi menjadi ruang untuk melihat kembali apa yang telah dipelajari dan apa yang harus dibawa pulang.
Di antara padatnya materi dan jadwal, terselip sebuah pesan sederhana: Gugus Depan adalah tempat masa depan Pramuka sedang dikerjakan hari ini.
Mungkin tidak selalu terlihat. Tidak selalu terdengar. Tetapi dari administrasi yang tertata, pembina yang terus belajar, penilaian yang dilakukan dengan benar, dan program yang dijalankan dengan kesungguhan, perlahan sebuah masa depan sedang disiapkan.
KPGD Banjarnegara pun akhirnya bukan hanya tentang kursus dua hari. Ia adalah upaya menjaga agar ruh pendidikan kepramukaan tetap mengalir—dari Kwartir Cabang, menuju Kwartir Ranting, hingga ke Gugus Depan; tempat anak-anak belajar menjadi manusia yang lebih tangguh, bertanggung jawab dan siap mengabdi.***(abenn29_kapusdatin.bna)


















