BANJARNEGARA – Raimuna sudah menjadi bagian dari tradisi Pramuka Penegak dan Pandega. Namun asal-usul dan arti penting kegiatan ini jarang dibahas. Raimuna Nasional telah digelar dua belas kali hingga edisi XII pada 2023. Penghitungan edisinya bermula dari Pertemuan Pramuka Penegak Pandega Puteri Putera (Perppanitera) Nasional I pada 21–26 Agustus 1969 di Cimanggis, Bogor, Jawa Barat.
Dari Perppanitera menjadi Raimuna
Selain Perppanitera, ada berbagai kegiatan lain bagi Penegak dan Pandega. Kwartir Nasional Gerakan Pramuka kemudian berinisiatif menyatukan semuanya dalam satu kegiatan yang dinamai “Raimuna”.
Arti “Rai” dan “Muna”
Kata Raimuna berasal dari bahasa Ambai, yang digunakan penduduk Yapen Timur di Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua. Kata ini terdiri atas dua kata, “rai” dan “muna”.
“Rai” berarti sekelompok orang. Kata ini juga dapat bermakna sekelompok kepala suku yang berkumpul untuk mencapai tujuan yang ditetapkan bersama. “Muna” berarti daya kekuatan yang berpengaruh baik dalam mencapai keberhasilan.
Secara bahasa, Raimuna dapat diartikan sebagai sekelompok orang yang berkumpul bersama dengan segala daya kekuatan yang baik untuk mencapai tujuan bersama.
Apa itu Raimuna?
Raimuna merupakan pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega dalam bentuk perkemahan besar. Tujuannya membina dan mengembangkan persaudaraan serta persatuan di antara Penegak dan Pandega. Kegiatannya bersifat kreatif, rekreatif, produktif, dan edukatif.













Yen guyon maton, kedadeyan sekang raimu lan raiku banjur nyawiji mujudaken gegayuhan luhur bebarengan