BANJARNEGARA – Sebuah tumpeng terpotong di sela-sela kesibukan Kursus Pengelolaan Gugus Depan (KPGD) Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Banjarnegara, Rabu (7/10/2026).
Bukan sekadar tradisi. Potongan tumpeng itu menjadi penanda dibukanya Kedai Pramuka Kwarcab Banjarnegara sebuah langkah baru yang lahir di tengah denyut aktivitas kepramukaan.
Teguh Handoko, S.Sos., Wakil Ketua Bidang Usaha, Sarana dan Prasarana, memotong tumpeng dan menyerahkannya kepada Aris Sudaryanto, S.Pd., M.M., Wakil Ketua Bidang Pembinaan Anggota Dewasa.
Sesaat mungkin tampak sederhana. Namun dalam sebuah organisasi, sebuah langkah kecil kerap membawa harapan yang lebih panjang.
Teguh Handoko mengatakan, Kedai Pramuka diharapkan menjadi bagian dari ikhtiar membangun kemandirian dan daya dukung organisasi.
“Kita ingin Kedai Pramuka ini menjadi salah satu langkah untuk menguatkan bidang usaha Kwarcab. Ini memang baru dimulai, tetapi mudah-mudahan bisa berkembang dan dikelola dengan baik sehingga ke depan semakin memberikan manfaat bagi organisasi,” ungkap Teguh.
Ia menambahkan, keberadaan kedai harus dibangun dengan semangat kebersamaan. Bukan hanya soal aktivitas jual beli, tetapi bagaimana sebuah usaha dapat tumbuh menjadi bagian dari gerakan.
“Semoga kedai ini tidak hanya hidup pada saat ada kegiatan. Kita berharap bisa menjadi bagian dari aktivitas Kwarcab secara berkelanjutan. Tentu semuanya membutuhkan dukungan dan kepedulian bersama,” ujarnya.
Bagi Aris Sudaryanto, potong tumpeng itu menjadi simbol dimulainya sebuah ikhtiar yang membutuhkan konsistensi.
“Setiap awal tentu membawa harapan. Hari ini kita menyaksikan dibukanya Kedai Pramuka. Mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik dan ke depan bisa berkembang. Yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga dan mendukung keberlangsungannya,” kata Aris.
Menurut Aris, kekuatan organisasi tidak hanya terletak pada program pembinaan, tetapi juga pada kemampuan membangun berbagai unsur pendukung yang membuat organisasi semakin kokoh.
“Gerakan Pramuka memiliki banyak kegiatan. Karena itu, berbagai hal yang dapat mendukung aktivitas organisasi perlu kita kembangkan. Kedai ini mudah-mudahan menjadi salah satu bagian dari ikhtiar tersebut,” ujarnya.
Pembukaan Kedai Pramuka berlangsung menjelang penutupan KPGD yang sejak sehari sebelumnya mempertemukan peserta dari berbagai Kwartir Ranting di Banjarnegara. Kursus tersebut membekali peserta dengan berbagai materi pengelolaan Gugus Depan, mulai dari regulasi, administrasi, akreditasi, Pramuka Garuda, penilaian hingga rencana tindak lanjut.
Ada ironi yang indah dalam momentum tersebut. Ketika peserta KPGD belajar bagaimana mengelola Gugus Depan agar semakin tertata, di tempat yang sama Kwarcab Banjarnegara sedang membuka sebuah ruang usaha yang diharapkan ikut menopang perjalanan organisasi.
Satu berbicara tentang pengelolaan, yang lain tentang kemandirian.
Dan di antara keduanya, semangat yang sama terus dijaga: bagaimana Gerakan Pramuka tidak hanya mampu menjalankan kegiatan, tetapi juga membangun kekuatan dari dalam dirinya sendiri.
Potongan tumpeng itu pun menjadi semacam doa yang sederhana. Semoga Kedai Pramuka tidak sekadar membuka pintu sebuah tempat usaha, tetapi membuka jalan bagi tumbuhnya kemandirian yang lebih panjang.
Sebab sebuah gerakan akan semakin kuat ketika ia mampu menjaga api pengabdiannya sekaligus menyiapkan bahan bakar agar api itu terus menyala.***(abenn29_kapusdatin.bna)




















