BANJARNEGARA – Masa depan pendidikan karakter tidak dibangun oleh satu tangan. Ia tumbuh dari keteladanan, kepedulian, dan kesediaan banyak orang untuk berjalan bersama. Semangat itulah yang mengemuka dalam Musyawarah Gugus Depan (Mugus) Gerakan Pramuka pangkalan SD Negeri 1 Kebanaran, Sabtu (10/10/2026), ketika para pemangku kepentingan berkumpul untuk menata arah pembinaan kepramukaan periode 2026–2028.
Anggota Mabiran sekaligus Korwilcamdikpora Mandiraja Enan Setiyadi, S.Pd., M.Pd., Ketua Kwarran Mandiraja Slamet Purwanto, M.Pd., Kamabigus Yuliati, S.Pd., para pembina Pramuka, tokoh masyarakat, komite sekolah, dan perwakilan wali murid kelas I–VI hadir membawa satu kepentingan: menjadikan Pramuka sebagai ruang tumbuh bagi generasi yang berkarakter, mandiri, dan peduli terhadap sesama.
Dalam musyawarah yang berlangsung pukul 08.00–11.00 WIB itu, laporan pertanggungjawaban menjadi cermin perjalanan yang telah dilalui. Visi dan misi, rencana kerja, serta anggaran kegiatan periode 2026–2028 disusun sebagai pijakan langkah berikutnya. Penetapan dan pelantikan Pengurus Majelis Pembimbing Gugus Depan, Pengurus Gugus Depan, serta Lembaga Pemeriksa Keuangan pun menjadi penanda hadirnya amanah baru.
Bagi Enan Setiyadi, yang juga bertugas sebagai Korwilcamdikpora Mandiraja, pendidikan kepramukaan memiliki makna lebih luas daripada sekadar kegiatan di luar kelas. Di sanalah nilai-nilai kehidupan dipelajari melalui pengalaman, keteladanan, kebersamaan, dan pengabdian.
“Pramuka memiliki peran penting dalam membentuk karakter, akhlak mulia, dan kecakapan hidup peserta didik. Kita ingin anak-anak tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungannya. Karena itu, keberhasilan pendidikan kepramukaan membutuhkan kolaborasi semua pihak. Ketika sekolah, pembina, orang tua, masyarakat, dan kwartir berjalan seiring, nilai-nilai kepramukaan akan lebih mudah tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan anak-anak,” ungkapnya.
Ketua Kwarran Mandiraja, Slamet Purwanto, M.Pd., memandang musyawarah sebagai ruang untuk menyatukan langkah sekaligus memperkuat tanggung jawab organisasi. Baginya, program yang baik perlu disusun berdasarkan kebutuhan peserta didik, dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, dan dievaluasi agar manfaatnya terus berkembang.
“Mugus jangan berhenti sebagai kegiatan seremonial atau sekadar memenuhi administrasi organisasi. Jadikan forum ini sebagai titik awal untuk membangun program yang benar-benar hidup di gugus depan. Kepengurusan yang baru perlu menjaga kekompakan, memperkuat pembinaan, serta menciptakan kegiatan yang menarik dan mendidik. Saya juga berharap orang tua dan masyarakat semakin terlibat, sebab pendidikan karakter akan lebih kuat ketika nilai yang ditanamkan di sekolah mendapat dukungan di rumah dan lingkungan sekitar,” tuturnya.
Sementara itu, Kamabigus Yuliati, S.Pd., menegaskan bahwa Mugus menjadi kesempatan untuk menengok perjalanan sebelumnya sekaligus menyusun langkah yang lebih baik. Ia berharap kepengurusan baru mampu menerjemahkan hasil musyawarah menjadi program nyata yang memberi ruang bagi peserta didik untuk belajar, berproses, dan menemukan potensi terbaiknya.
Di Kebanaran, musyawarah itu meninggalkan pesan bahwa Pramuka bukan hanya tentang barisan yang rapi, seragam yang dikenakan, atau upacara yang dijalankan. Lebih dari itu, Pramuka adalah tentang nilai yang perlahan tumbuh dalam diri anak-anak: keberanian berkata benar, kesediaan menolong, keteguhan memegang tanggung jawab, dan kemauan untuk terus belajar.
Kini, amanah periode 2026–2028 menanti untuk diwujudkan. Sebab, setiap rencana kerja hanya akan berarti ketika menjelma menjadi pengalaman pendidikan yang dirasakan manfaatnya oleh peserta didik.
Dari Kebanaran, harapan itu kembali disemai. Semoga ruh pengabdian yang senantiasa tertiup dalam Gerakan Pramuka tetap menyala, menyertai langkah para pembina, menguatkan dukungan orang tua, dan menuntun anak-anak menuju masa depan yang lebih berkarakter. Karena sejatinya, membangun masa depan bangsa selalu dimulai dari keberanian menanamkan kebaikan hari ini.***(abenn29_kapusdatin.bna)
Narasumber : Endah Suprihatin





















