BANJARNEGARA – Di tengah kekeringan, air bukan sekadar cairan yang mengalir dari sebuah wadah. Ia menjelma harapan, menghidupkan kembali keyakinan bahwa di saat kesulitan datang, masih ada tangan-tangan yang bersedia mengetuk pintu kemanusiaan. Selasa (20/10/2026), Pramuka Peduli (Pramuli) Kwarran Purwanegara kembali membawa harapan itu kepada masyarakat di enam desa.
Sebanyak 20.000 liter air bersih tambahan didistribusikan untuk warga Desa Petir, Kaliajir, Karanganyar, Merden, Kalitengah, dan Parakan. Bantuan tersebut melengkapi 32.000 liter yang telah disalurkan sebelumnya. Dengan demikian, total air bersih yang telah mengalir melalui aksi kemanusiaan Pramuli Kwarran Purwanegara mencapai 52.000 liter.
Angka itu memang dapat ditulis dalam laporan. Namun, maknanya jauh melampaui hitungan liter. Di balik setiap tetes air, ada kebutuhan rumah tangga yang harus dipenuhi, ada aktivitas sehari-hari yang mesti terus berjalan, dan ada kecemasan warga yang sedikit demi sedikit diharapkan mereda.
Selama lima jam, sejak pukul 12.00 hingga 17.00 WIB, sebanyak 40 personel Andalan Ranting bidang Abdimas, Humas, dan Infokom Kwarran Purwanegara bergerak menjalankan tugas kemanusiaan. Kak Agus Suyitno, Waka Abdimas Humas Kwarran Purwanegara, bersama Kak Prihatin dari Kwarcab Banjarnegara, turut mendampingi kegiatan tersebut. Distribusi berlangsung lancar dan aman.
Tidak ada panggung megah yang harus didirikan. Tidak pula sorotan lampu yang perlu diarahkan. Di tengah kebutuhan air bersih, pengabdian menemukan panggungnya sendiri: pada kerja bersama, pada bantuan yang sampai kepada masyarakat, dan pada kesediaan untuk hadir ketika sesama sedang menghadapi kesulitan.
Di sinilah Satya dan Darma Pramuka menemukan makna yang paling membumi. Bukan sekadar diucapkan saat upacara, bukan hanya tertulis dalam buku pedoman, melainkan hadir sebagai keberanian untuk peduli dan ketulusan untuk bertindak. Sebab, kehormatan seorang Pramuka tidak semata-mata terletak pada seragam yang dikenakan, tetapi juga pada manfaat yang ditinggalkannya bagi kehidupan.
Sebanyak 52.000 liter air bersih kini menjadi penanda perjalanan pengabdian Pramuli Kwarran Purwanegara. Namun, yang ingin dijaga bukan sekadar catatan jumlah bantuan. Lebih dari itu, ada pesan bahwa masyarakat tidak boleh dibiarkan merasa sendirian ketika kekeringan menguji kehidupan mereka.
Air itu mungkin akan habis digunakan. Wadah-wadah penampungnya mungkin kembali kosong. Tetapi semoga jejak kepedulian yang menyertainya tetap tinggal dalam ingatan warga. Sebab, ketika air mengalir membawa kehidupan, ketulusanlah yang membuat pengabdian terus menemukan jalannya.***(abenn29_kapusdatin.bna)
Narasumber & Dokumentasi : Pramuka Peduli Kwarran Purwanegara
Pewarta : Kapusdatin Abenn













