BANJARNEGARA – Ada saat ketika sebuah kegiatan harus berakhir. Kursi-kursi kembali kosong, papan tulis berhenti dipenuhi catatan, materi-materi dikemasi, dan orang-orang yang selama dua hari saling menyapa harus kembali ke tempat masing-masing.
Rabu (7/10/2026), suasana seperti itu terasa dalam penutupan Kursus Pengelolaan Gugus Depan (KPGD) Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Banjarnegara Tahun 2026.
Dua hari sebelumnya, ruang kursus dipenuhi wajah-wajah dari berbagai penjuru Kwartir Ranting se-Kabupaten Banjarnegara. Masing-masing mengirimkan empat perwakilan. Mereka datang membawa tugas, pengalaman dan latar belakang yang berbeda, lalu duduk dalam satu ruang untuk belajar tentang satu hal yang sama: bagaimana Gugus Depan dikelola dengan lebih baik.
Materinya pun tidak ringan. Ada PP Nomor 5 Tahun 2026, fundamental, Pramuka Garuda, cara menilai, administrasi dan akreditasi Gugus Depan, portofolio, verifikasi, aplikasi hingga rencana tindak lanjut.
Namun di antara lembar materi dan pembahasan itu, ada sesuatu yang tidak tertulis dalam jadwal.
Kebersamaan Ia hadir dalam percakapan kecil, tawa yang pecah di sela pembelajaran, keseriusan ketika menyimak materi, dan perasaan bahwa selama dua hari mereka bukan lagi sekadar peserta dari Kwartir Ranting yang berbeda. Mereka menjadi satu keluarga belajar.
Saat penutupan, Aris Sudaryanto, S.Pd., M.M., Wakil Ketua Bidang Pembinaan Anggota Dewasa Kwarcab Banjarnegara, menyampaikan pesan agar seluruh pengalaman KPGD tidak berhenti menjadi kenangan.
“Saya berharap setelah kegiatan ini selesai, apa yang diperoleh selama kursus bisa benar-benar dibawa pulang dan diterapkan. Jadikan pengalaman selama dua hari ini sebagai bekal untuk memperkuat Gugus Depan dan pembinaan Pramuka di wilayah masing-masing,” tutur Aris.
Menurutnya, peserta memiliki peran penting untuk meneruskan semangat yang telah dibangun selama kursus.
“Jangan berhenti belajar. Jangan merasa setelah kursus selesai semuanya sudah selesai. Justru kita ingin dari sini lahir orang-orang yang mampu menggerakkan, mendampingi dan membantu Gugus Depan agar semakin baik,” ujarnya.
Aris juga menyampaikan apresiasi kepada panitia dan tim pelatih yang telah memberikan tenaga dan pemikiran selama kegiatan.
KPGD memang berakhir di atas jadwal. Tetapi bagi seorang yang menyaksikan perjalanan kegiatan itu dari dekat, penutupan selalu menyisakan ruang kosong yang aneh: ruang yang beberapa jam sebelumnya penuh suara, tiba-tiba menjadi sunyi.
Ada kerinduan yang bahkan muncul sebelum langkah terakhir benar-benar meninggalkan tempat.
Rindu pada obrolan yang sederhana. Rindu pada wajah-wajah yang baru dikenal tetapi terasa akrab. Rindu pada semangat orang-orang yang rela duduk berjam-jam demi belajar bagaimana membuat Gugus Depan menjadi lebih baik.
Mungkin begitulah keindahan sebuah kursus.
Ia tidak hanya meninggalkan materi dan sertifikat. Ia meninggalkan pertemuan manusia dengan manusia, pengalaman dengan pengalaman, dan kenangan yang diam-diam akan dicari kembali ketika hari-hari telah berjalan jauh.
Dua hari itu terlalu singkat untuk sebuah perjumpaan yang begitu hangat.
Tetapi barangkali memang begitu cara kenangan bekerja. Ia tidak perlu lama untuk menetap.
Rangkaian KPGD ditutup setelah peserta menyelesaikan materi Penilaian Gugus Depan, Rencana Tindak Lanjut, Pelantikan Tim Pengembang dan upacara penutupan.
Lalu satu per satu mereka pulang.
Membawa tugas untuk dilanjutkan. Membawa ilmu untuk dibagikan. Membawa semangat untuk dihidupkan kembali di Gugus Depan masing-masing.
Dan bagi mereka yang sempat merasakan hangatnya dua hari itu, mungkin kelak akan ada satu kerinduan kecil yang tersisa:
kerinduan pada sebuah ruang belajar, tempat Pramuka bukan hanya diajarkan, tetapi dirasakan sebagai sebuah keindahan.
Sebab kursus boleh ditutup.
Tetapi ruh kebersamaan yang tumbuh di dalamnya semoga tetap tertiup, dari satu Gugus Depan ke Gugus Depan yang lain, menjaga nyala yang tidak boleh padam.***(abenn29_kapusdatin.bna)




















Mantap. Terima kasih kakak