BANJARNEGARA – Saka Milenial Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Banjarnegara menggelar Festival Literasi Digital di The Pikas, Banjarnegara, Minggu (11/10/2026). Kegiatan tersebut diikuti 150 peserta dari berbagai gugusdepan se-Kabupaten Banjarnegara.
Festival ini menjadi ruang bagi anggota Pramuka untuk memperkenalkan kreativitas dan kompetensi di bidang teknologi informasi. Kegiatan dikemas dalam bentuk pameran interaktif menyerupai museum seni (art museum). Peserta diajak mengunjungi setiap stan, mengamati karya yang dipamerkan, serta memperoleh penjelasan langsung dari petugas stan mengenai proses pembuatan dan hasil karya yang ditampilkan.
Terdapat lima stan utama dalam festival tersebut, yakni Stan Fotografi, Stan Poster, Stan Berita, Stan Pusat Data dan Informasi (Pusdatin), serta Stan Teknologi Tepat Guna. Seluruh stan merupakan hasil karya anggota Saka Milenial Diskominfo Banjarnegara yang dikembangkan melalui proses pembelajaran dan pendampingan instruktur. Stan Fotografi menampilkan karya visual anggota dalam mengabadikan objek dan momen melalui teknik pengambilan gambar. Peserta dapat mempelajari peran sudut pengambilan gambar, komposisi, dan kreativitas dalam menghasilkan foto yang menarik. Stan Poster menghadirkan karya desain grafis yang memadukan unsur visual dan pesan informatif. Melalui stan ini, peserta dapat melihat proses pengembangan ide menjadi desain yang komunikatif untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat. Stan Berita memperkenalkan proses produksi informasi dan pemberitaan. Peserta dikenalkan pada tahapan pengumpulan informasi, penyusunan naskah, hingga penyampaian berita secara jelas dan bertanggung jawab. Stan Pusdatin menampilkan kegiatan pengelolaan data, dokumentasi, dan publikasi informasi. Stan tersebut memperkenalkan pentingnya pengumpulan serta pengolahan data sebagai bagian dari penyediaan informasi yang tertata dan mendukung kebutuhan organisasi. Adapun Stan Teknologi Tepat Guna menampilkan pemanfaatan teknologi untuk menjawab kebutuhan praktis dalam kehidupan sehari-hari. Stan ini menjadi ruang bagi anggota untuk memperkenalkan kreativitas dan inovasi dalam mengembangkan solusi yang bermanfaat.
Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Banjarnegara, Kak Wakhid Jumali, Lc., turut hadir menyaksikan pelaksanaan festival. Ia mengatakan, Saka Milenial memiliki peran penting dalam pembangunan generasi muda, khususnya dalam membentuk Pramuka yang kompeten dan mampu memanfaatkan teknologi informasi secara positif.
“Saka Milenial memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang kompeten dan mampu memanfaatkan teknologi informasi secara positif,” ujar Wakhid.
Ia menambahkan, kegiatan seperti Festival Literasi Digital dapat menjadi salah satu pilar pengembangan kapasitas generasi muda. Menurutnya, kegiatan tersebut turut mendorong gerakan Pramuka agar semakin maju dan mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Banjarnegara, Kak Suroso, S.STP., M.Si., yang baru saja dilantik menegaskan komitmen Diskominfo untuk memperkuat organisasi melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), literasi digital, serta pengembangan kegiatan kreatif, baik secara daring maupun luring.
“Saka Milenial memiliki potensi besar sebagai wadah pengembangan keterampilan generasi muda. Karena itu, pembinaan harus terus dilakukan melalui kegiatan yang kreatif, edukatif, dan sesuai dengan perkembangan teknologi,” kata Suroso.
Menurut Suroso, Saka Milenial memiliki berbagai krida yang dapat menjadi ruang pengembangan kompetensi anggota, mulai dari Big Data, Animasi dan Multimedia, Inovasi Perangkat Lunak, Jaringan Komunikasi Data, hingga Informasi dan Komunikasi Publik.
Ia menjelaskan, melalui bidang-bidang tersebut, anggota tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga didorong untuk menghasilkan karya, mengembangkan jiwa kewirausahaan, serta mempromosikan potensi daerah.
Creative Director Festival Literasi Digital, Kak Panji Aqsodewo Prayogo, S.Pd., menjelaskan bahwa festival tersebut menjadi ajang bagi anggota Saka Milenial untuk menunjukkan hasil pembelajaran selama satu tahun terakhir.
“Festival ini menjadi ruang apresiasi bagi anggota Saka Milenial untuk menunjukkan hasil belajar mereka selama satu tahun terakhir,” ujar Panji.
Ia menuturkan, para anggota memulai proses pembelajaran dari tahap awal dengan pengetahuan dan keterampilan yang masih terbatas. Melalui pembinaan dan pendampingan instruktur Saka Milenial, mereka secara bertahap mengembangkan kemampuan hingga mampu menghasilkan karya yang dipamerkan kepada publik.
Panji mengatakan, karya-karya yang ditampilkan tidak hanya menjadi hasil akhir pembelajaran, tetapi juga mencerminkan proses, kerja sama, dan ketekunan para anggota dalam mengembangkan kompetensi di bidang teknologi informasi.
Festival Literasi Digital tersebut sekaligus menjadi ruang apresiasi terhadap proses belajar, kreativitas, dan kerja kolektif anggota Saka Milenial Banjarnegara. Kegiatan itu menunjukkan bahwa pembinaan yang berkelanjutan dapat membuka kesempatan bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan dan menghasilkan karya yang bermanfaat.
Melalui kegiatan tersebut, Saka Milenial Diskominfo Banjarnegara diharapkan terus berkembang sebagai wadah pembelajaran yang mendorong anggota Pramuka untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga kreator yang mampu menghasilkan karya dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.



















