BANJARNEGARA – Ada pelajaran yang tidak selalu bisa ditemukan di antara halaman buku dan deretan bangku kelas. Sebagian justru hadir melalui keberanian mencoba, kesediaan bekerja sama, dan pengalaman sederhana yang membuat seorang anak mengenali kemampuan dirinya.
Itulah semangat yang mewarnai Perkemahan Satu Hari (Persari) 2026 SDIT Bina Insan Banjarnegara, Jumat (6/11/2026). Sehari penuh, anggota Pramuka golongan Siaga diajak memasuki ruang pembelajaran yang berbeda. Bukan sekadar berpindah tempat dari ruang kelas ke arena kegiatan, melainkan melangkah menuju pengalaman yang mengajarkan arti kemandirian dan kebersamaan.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Kwartir Ranting Bawang, Al Muhdi, S.Pd. Pembukaan tersebut menjadi penanda dimulainya rangkaian aktivitas yang dirancang untuk menghadirkan pendidikan kepramukaan dalam suasana yang menyenangkan sekaligus bermakna.
Scouting skill menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan ini. Di sana, keterampilan bukan sekadar sesuatu yang harus dikuasai, tetapi juga proses untuk membangun ketekunan dan keberanian. Pentas seni memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan kreativitas, sementara aktivitas kebersamaan mengajarkan bahwa setiap individu memiliki peran dalam sebuah kelompok.
Bagi anak-anak seusia Siaga, pengalaman semacam ini memiliki arti tersendiri. Keberanian yang semula terasa kecil dapat tumbuh setelah mereka berhasil mencoba sesuatu yang baru. Rasa percaya diri perlahan terbentuk, begitu pula kesadaran bahwa keberhasilan tidak selalu datang dari kemampuan individu, tetapi juga dari kemauan untuk saling membantu.
Ketua Kwarran Bawang, Al Muhdi, memandang pendidikan kepramukaan sebagai salah satu jalan penting untuk menyiapkan generasi muda yang tidak hanya cakap secara pengetahuan, tetapi juga kuat dalam karakter.
Menurutnya, pembinaan sejak usia Siaga perlu dilakukan dengan pendekatan yang sesuai dengan dunia anak. Kegiatan harus memberi ruang untuk bermain, bereksplorasi, mencoba, sekaligus belajar bertanggung jawab.
“Anak-anak perlu mendapatkan pengalaman yang membuat mereka berani mengambil langkah, tidak mudah menyerah, dan mampu menghargai orang lain. Melalui Pramuka, nilai-nilai itu dapat ditanamkan secara alami. Mereka belajar bukan hanya dari apa yang disampaikan pembina, tetapi juga dari apa yang mereka lakukan dan rasakan sendiri selama kegiatan,” ungkap Al Muhdi.
Di sisi lain, Kamabigus SDIT Bina Insan Banjarnegara, Yeni Rahman, S.Pd, menempatkan Persari sebagai bagian dari ikhtiar sekolah dalam menghadirkan pendidikan yang menyentuh perkembangan anak secara utuh.
Baginya, kegiatan kepramukaan tidak semestinya berhenti sebagai agenda rutin sekolah. Lebih dari itu, Pramuka harus menjadi ruang tumbuh yang memungkinkan setiap peserta didik menemukan potensi, membangun kepercayaan diri, dan belajar hidup bersama orang lain.
“Kami ingin anak-anak merasakan bahwa belajar bisa berlangsung dengan cara yang menyenangkan. Mereka diberi kesempatan untuk mencoba, berkreasi, menunjukkan kemampuan, sekaligus belajar menghargai teman-temannya. Harapan kami, setiap pengalaman dalam Persari ini meninggalkan kesan baik dan menjadi bagian dari proses pembentukan karakter mereka,” tuturnya.
Ada pula bentuk penghargaan yang menjadi penutup rangkaian pengalaman tersebut. Setiap anggota Pramuka Siaga memperoleh sertifikat sebagai apresiasi atas partisipasi mereka. Sementara regu-regu yang berhasil menunjukkan prestasi mendapatkan hadiah atas usaha dan kerja keras yang telah ditunjukkan.
Namun, barangkali bukan sertifikat ataupun hadiah yang paling lama tinggal dalam ingatan anak-anak. Bisa jadi justru pengalaman saat mereka berhasil menyelesaikan tantangan, keberanian tampil di hadapan teman-temannya, atau kegembiraan sederhana karena dapat melakukan sesuatu bersama.
Persari 2026 akhirnya menjadi lebih dari sekadar kegiatan satu hari. Ada benih kemandirian yang ditanam, ada keberanian yang mulai tumbuh, dan ada nilai kebersamaan yang perlahan menemukan tempatnya dalam diri setiap peserta.
Sebab, pendidikan karakter memang tidak selalu tumbuh melalui peristiwa besar. Terkadang, ia berawal dari satu langkah kecil, satu keberanian untuk mencoba, dan satu hari penuh pengalaman yang kelak menjadi bekal perjalanan panjang menuju masa depan.***(abenn29_kapusdatin)
Narasumber & Dokumentasi : YeniRahman


















Alam adalah buku terlengkap. Alam menjadi ruang tanpa batas bagi Pramuka.