BANJARNEGARA – Ada pelajaran yang tak selalu ditemukan di antara halaman buku. Ia tumbuh ketika tangan belajar mengikat simpul, langkah dilatih dalam barisan, dan sekelompok anak memilih saling menguatkan di tengah perlombaan. Itulah ruh yang terasa dalam Lomba Tingkat I (LT 1) Pramuka Penggalang Gugus Depan 05.201–05.202 SMP Negeri 1 Bawang, Jumat (9/10/2026).
Dengan tema “Cerdas Emosional, Tangkas Berinovasi, dan Peduli Bumi”, kegiatan ini menjadi lebih dari sekadar pertemuan untuk mengadu keterampilan. Di balik semaphore, morse, tali-temali, PBB, menaksir, Dasa Dharma, Hymne Pramuka, dan aneka permainan, tersimpan proses panjang menempa keberanian, kesabaran, serta kesediaan untuk tumbuh bersama.
Wakil Kepala SMP Negeri 1 Bawang, Akhmad, M.Pd., yang membuka kegiatan, mengingatkan bahwa kemenangan sejati tidak semata-mata diukur dari hasil perlombaan. “Sebagai Pramuka sejati, kita harus menjunjung tinggi tanggung jawab, empati, dan semangat sportivitas. LT 1 ini bukan hanya tentang menang atau kalah, tetapi tentang belajar menjadi pribadi yang lebih baik,” tuturnya.
Pesan itu menemukan maknanya dalam setiap gerak regu. Ketika satu anggota menghadapi kesulitan, anggota lain belajar membantu. Ketika hasil belum sesuai harapan, mereka belajar menerima. Dan ketika keberhasilan datang, mereka belajar bahwa kemenangan terasa lebih berarti jika diraih bersama.
Akhmad juga menitipkan pesan tentang kesempatan yang tidak boleh disia-siakan. “Tidak setiap orang mendapatkan kesempatan, dan tidak setiap kesempatan berlaku untuk semua orang,” ujarnya. Sebuah pengingat bahwa kesempatan belajar hari ini bisa menjadi bekal penting untuk menentukan langkah pada masa depan.
LT 1 juga menghadirkan permainan digital, dinamika kelompok, dan praktik scouting skill. Perpaduan aktivitas tersebut mengajak peserta untuk tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga tangkas berinovasi, mampu mengelola emosi, serta peka terhadap lingkungan dan orang-orang di sekitarnya.
Menjelang pukul 16.00 WIB, kegiatan ditutup oleh Ketua Gugus Depan, Tjatur Budijantoro. Apresiasi diberikan kepada panitia, pembina, dan peserta yang telah menjaga semangat kegiatan hingga akhir. Cendera mata bagi peserta tergiat menjadi penanda penghargaan atas usaha dan keterlibatan mereka.
Bagi Tjatur, LT 1 adalah ruang belajar yang menghadirkan kehidupan dalam pendidikan karakter. “Kami bangga karena LT 1 ini telah menjadi ruang belajar yang hidup untuk mengasah keterampilan, membangun karakter, dan memperkuat rasa kebersamaan,” ungkapnya.
Ia bersama para pembina berkomitmen untuk terus mendampingi peserta didik dalam kegiatan Pramuka, agar nilai-nilai yang dipelajari tidak berhenti di lapangan sekolah, tetapi ikut tumbuh dalam keseharian dan kehidupan bermasyarakat.
Sebab, dari simpul tali, anak-anak belajar tentang ketelitian. Dari barisan, mereka mengenal kedisiplinan. Dari perlombaan, mereka memahami arti sportivitas. Dan dari kebersamaan, mereka menemukan bahwa menjadi kuat bukan berarti berjalan sendirian.
LT 1 pun usai, tetapi pelajarannya tak semestinya ikut selesai. Ada karakter yang harus terus dirawat, kepedulian yang perlu ditumbuhkan, dan jiwa kepemimpinan yang menunggu saatnya berkembang. Di sanalah Pramuka menemukan makna terdalamnya: menyiapkan generasi yang bukan hanya cakap menghadapi tantangan, melainkan juga memiliki hati untuk sesama dan bumi yang ditinggalinya.
Pewarta: Tjatur Budijantoro
Editor : abenn29_kapusdatin.bna




















