BANJARNEGARA – Ada pelajaran yang tidak selalu bisa ditemukan di dalam buku. Sabtu (31/10/2026), pelajaran itu hadir di kawasan Eks Kawedanan dan MTs Riyadush Sholihin, Purwareja Klampok. Langit menurunkan hujan, tetapi 751 Pramuka Siaga justru menemukan alasan untuk tetap tersenyum, bergerak, dan menikmati setiap pengalaman.
Mereka datang dari 33 pangkalan SD/MI se-Kwartir Ranting Purwareja Klampok untuk mengikuti Perkemahan Satu Hari (Persari). Bukan sekadar pertemuan besar anggota Pramuka, kegiatan ini menjadi ruang tempat keberanian dilatih, persahabatan dirajut, dan keterampilan diperkenalkan melalui pengalaman langsung.
Di sejumlah arena kegiatan, anak-anak berhadapan dengan tantangan yang sederhana, tetapi sarat makna. Mengenali arah mata angin mengajak mereka memahami lingkungan dan menentukan arah. Materi kepribadian menanamkan nilai-nilai perilaku. Permainan boling menguji ketangkasan dan konsentrasi, sementara memanah memperkenalkan pentingnya ketenangan, ketelitian, serta kemampuan mengendalikan diri.
Di balik aktivitas itu, tersimpan satu gagasan penting: pendidikan kepramukaan tidak cukup hanya disampaikan melalui nasihat. Anak-anak perlu diberi kesempatan untuk mencoba, merasakan, bahkan sesekali menghadapi situasi yang tidak sepenuhnya sesuai rencana.
Camat Purwareja Klampok sekaligus Kamabiran, Drs. Susanto, memandang pembiasaan kegiatan scouting skill sebagai bagian penting dalam membentuk kemampuan peserta didik. Menurutnya, kegiatan keterampilan yang dilaksanakan secara rutin akan membuat anak-anak memiliki ketangkasan tersendiri.
Ada proses yang tidak bisa diperoleh secara instan. Keterampilan tumbuh melalui latihan, keberanian berkembang melalui kesempatan, dan kemandirian terbentuk dari pengalaman. Karena itu, kegiatan kepramukaan perlu terus memberikan ruang bagi anak-anak untuk belajar melakukan sesuatu dengan kemampuan mereka sendiri.
Ketua Kwarran Purwareja Klampok, Slamet Kurniadi, S.Pd., melihat Persari dari sisi yang lebih luas. Baginya, kegiatan ini bukan hanya tempat menguji keterampilan, melainkan juga kesempatan menghadirkan pengalaman berharga dan bermakna bagi anak-anak.
Pertemuan 33 pangkalan dalam satu kegiatan menghadirkan sesuatu yang tidak selalu diperoleh di ruang kelas: perjumpaan, persahabatan, dan rasa menjadi bagian dari keluarga besar Gerakan Pramuka. Anak-anak belajar mengenal teman baru, menghargai perbedaan, serta membangun kebersamaan melalui aktivitas yang mereka jalani bersama.
Hujan yang turun sepanjang kegiatan justru memberikan warna tersendiri. Ketua K3S Purwareja Klampok, Prabowo, S.Pd., mengapresiasi keberhasilan penyelenggaraan Persari. Ia bersyukur kegiatan tetap berjalan sukses meskipun cuaca kurang bersahabat. Semangat dan kegembiraan peserta menjadi bukti bahwa kondisi alam tidak selalu menjadi penghalang bagi sebuah pengalaman yang menyenangkan.
Barangkali gambaran paling jujur tentang keberhasilan Persari justru datang dari seorang anak bernama Devino Dwi Putra Kisnanto, peserta dari SDN 5 Purwareja. Tanpa istilah pendidikan karakter atau teori pembelajaran, ia mengungkapkan kebahagiaannya dengan kalimat sederhana.
“Asyik bisa hujan-hujanan, di rumah kan tidak boleh,” katanya.
Kalimat polos itu menyimpan potret pendidikan yang sesungguhnya. Bagi orang dewasa, hujan mungkin berarti hambatan. Bagi seorang anak, hujan bisa menjadi pengalaman yang membekas, cerita yang kelak dibagikan, dan kenangan yang membuatnya tersenyum saat mengingat masa-masa menjadi Pramuka Siaga.
Di sanalah Persari menemukan maknanya. Tidak semua keberhasilan harus diukur dari banyaknya materi yang diselesaikan atau keterampilan yang berhasil diperagakan. Ada kegembiraan yang tumbuh, keberanian yang mulai terasah, dan persahabatan yang diam-diam menemukan tempatnya.
Sebanyak 751 anak telah membawa pulang lebih dari sekadar pengalaman mengikuti perlombaan dan permainan. Mereka membawa cerita tentang arah mata angin, sasaran panahan, ketangkasan boling, teman-teman baru, dan tentu saja hujan yang membuat hari itu terasa berbeda.
Sebab, pendidikan kepramukaan sejatinya bukan hanya tentang mengajarkan anak agar mampu menghadapi tantangan. Lebih dari itu, Pramuka sedang menumbuhkan generasi yang berani mencoba, tangguh menghadapi keadaan, dan tetap menemukan kegembiraan dalam setiap perjalanan.
Di Purwareja Klampok, hujan boleh membasahi bumi. Namun, semangat 751 Pramuka Siaga hari itu tidak ikut reda.***(abenn29_kapusdatin.bna)
Narasumber : Anggita Sani
Dokumentasi : Kwarran Purwareja Klampok





















