Banjarnegara – Di antara dinginnya malam yang menyelimuti Purwareja Klampok dan hangatnya semangat yang menyala di dada para penggalang, sebuah estafet kepemimpinan kembali diteruskan. Selama dua hari, Jumat–Sabtu (12–13 Juni 2026), halaman MTs Riyadush Sholihin Purwareja Klampok menjelma menjadi ruang pembelajaran, pengabdian, sekaligus tempat lahirnya para pemimpin muda melalui kegiatan Kemah Penggalang (Gladi Pemimpin Regu dan Pelantikan Dewan Penggalang) Tahun 2026.
Sebanyak 56 calon Dewan Penggalang mengikuti rangkaian kegiatan yang dirancang tidak sekadar sebagai agenda rutin pergantian kepengurusan, melainkan sebagai proses menempa karakter, membangun kecakapan, serta menumbuhkan kesadaran akan tanggung jawab kepemimpinan. Sebab dalam dunia kepramukaan, seorang pemimpin tidak lahir dari sekadar penunjukan, melainkan dari proses belajar, berlatih, dan mengabdi.
Kegiatan diawali dengan upacara pembukaan yang dipimpin oleh Kamabigus MTs Riyadush Sholihin. Setelah itu para peserta mendapatkan beragam materi yang relevan dengan tantangan zaman. Mulai dari kepemimpinan (leadership), video editing, desain grafis dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), sosialisasi Pramuka Garuda, hingga PBB Tongkat dan Scouting Skills.
Perpaduan materi tersebut menunjukkan bahwa pendidikan kepramukaan hari ini tidak hanya berbicara tentang tali-temali dan baris-berbaris, tetapi juga tentang kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa kehilangan akar nilai-nilai karakter yang menjadi ruh Gerakan Pramuka.
Menjelang malam, suasana berubah menjadi lebih khidmat. Api unggun dinyalakan, membelah gelap dengan cahaya yang menari-nari di wajah para peserta. Nyala api itu seolah menjadi simbol harapan, bahwa semangat pengabdian harus terus hidup dan berpindah dari satu generasi ke generasi berikutnya. Setelahnya, para peserta menampilkan Ragam Aksi Pramuka, mempersembahkan bakat dan kreativitas mereka dalam bidang seni yang disambut meriah oleh seluruh peserta dan pembina.
Puncak kegiatan berlangsung pada upacara penutupan yang dirangkai dengan pelantikan 56 Dewan Penggalang Masa Bakti 2026–2027. Momen tersebut menjadi penanda lahirnya generasi baru penggerak kegiatan kepramukaan di pangkalan, sekaligus tonggak awal perjalanan pengabdian mereka.
Kamabigus MTs Riyadush Sholihin, Isnen Priyono, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kemah penggalang menjadi sarana penting untuk menanamkan kedisiplinan, ketangkasan, serta membangun keterampilan non-akademik peserta didik.
“Kami dari jajaran Mabigus sangat mengapresiasi dilaksanakannya Kemah Penggalang ini. Kegiatan ini menjadi media untuk menanamkan sikap disiplin dan ketangkasan kepada para penggalang, sekaligus membangun keterampilan dan kemampuan non-akademik mereka. Kami berharap kegiatan ini menjadi titik awal lahirnya berbagai prestasi kepramukaan sebagai wujud melanjutkan dan mempertahankan tradisi juara yang selama ini diraih pangkalan kami,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua Gudep Putra, Yuli Dwiono, menegaskan bahwa keberlangsungan pendidikan kepramukaan sangat bergantung pada peran aktif Dewan Penggalang sebagai motor penggerak kegiatan.
“Selamat kepada Dewan Penggalang yang telah dilantik. Semoga mampu melanjutkan estafet pendidikan kepramukaan di pangkalan. Kegiatan kepramukaan tidak bisa berjalan hanya oleh para pembina, tetapi membutuhkan peran aktif para penggalang, khususnya Dewan Penggalang. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Dewan Penggalang masa bakti 2025–2026 yang telah memberikan dedikasi dan berbagai prestasi untuk Pramuka Matrish,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus Pembina Putri, Yunita Dyah W., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dari proses regenerasi organisasi.
“Kemah Penggalang ini bertujuan untuk regenerasi kepengurusan sekaligus membekali calon Dewan Penggalang dengan berbagai kemampuan kepramukaan maupun non-kepramukaan. Bekal ini diharapkan menjadi modal dalam mengelola kegiatan ekstrakurikuler pada tahun ajaran mendatang sehingga proses pendidikan kepramukaan di pangkalan dapat terus berjalan,” jelasnya.
Kesan mendalam juga dirasakan oleh para peserta. Salah satunya disampaikan oleh Salsabila Nur F., anggota Dewan Penggalang yang baru dilantik.
“Saya dan teman-teman sangat senang mengikuti kegiatan ini karena mendapatkan banyak materi yang membantu kami mengembangkan potensi dan keterampilan. Setelah dilantik menjadi Dewan Penggalang, kami berharap terus mendapatkan arahan dan pendampingan dari kakak-kakak pembina agar mampu menjalankan tugas dengan baik,” ungkapnya.
Di MTs Riyadush Sholihin Purwareja Klampok, kemah itu mungkin telah usai. Tenda-tenda telah dibongkar, api unggun telah menjadi abu, dan lapangan kembali sunyi. Namun sesungguhnya, ada sesuatu yang baru saja dinyalakan dan tidak boleh padam: semangat kepemimpinan, pengabdian, dan mimpi-mimpi besar para penggalang muda.
Karena sejatinya, Pramuka bukan hanya tentang kegiatan di alam terbuka. Ia adalah tentang menyalakan obor dalam diri manusia muda, lalu memastikan cahaya itu terus berpindah, menerangi jalan generasi berikutnya.***(abenn29_kapusdatin.bna)

















