BANJARNEGARA – Selasa, 14/07/2026, Ada amanah yang tidak diukur dari seberapa jauh perjalanan ditempuh, melainkan dari seberapa besar kepercayaan yang dititipkan. Di tengah riuh persiapan Jambore Nasional XII Tahun 2026, nama Banjarnegara kembali mengalun dalam panggilan pengabdian. Salah satu putra terbaiknya, Kak Priyono, dipercaya Kwartir Nasional Gerakan Pramuka menjadi anggota Tim Perlindungan Anggota (Safe From Harm) pada Jambore Nasional XII yang akan digelar di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Cibubur, Jakarta, pada 16–22 Juli 2026.
Kepercayaan itu bukan sekadar penugasan, melainkan pengakuan atas rekam jejak panjang dalam membina, mendidik, dan menjaga nilai-nilai kepramukaan. Kak Priyono yang kini mengemban amanah sebagai Kamabigus SDIT Al-Ihsan Banjarnegara, Ketua Kwartir Ranting Wanadadi, Ketua Pinsakoda Jawa Tengah, Ex Officio Andalan Daerah Sako SIT, serta Andalan Cabang Urusan Korwil Kwarcab Banjarnegara, kembali dipanggil untuk mengabdi di panggung kepramukaan nasional.
Ada kebanggaan lain yang menyertai penugasan tersebut. Dalam tim yang sama, Kak Priyono akan bekerja berdampingan dengan Kak Layen Neto, Duta World Organization of the Scout Movement (WOSM) dari Kwartir Nasional. Pertemuan dua insan Pramuka dalam satu pengabdian itu bukan sekadar kolaborasi, melainkan perjumpaan pengalaman lokal dan perspektif global yang dipersatukan oleh satu tujuan: menghadirkan ruang yang aman bagi setiap peserta Jambore Nasional.
Jambore Nasional XII 2026 akan mempertemukan sekitar 15.000 Pramuka Penggalang dari 34 provinsi dengan mengusung tema “Bersama Wujudkan Indonesia Maju.” Di balik gegap gempita perkemahan akbar itu, terdapat kerja sunyi yang tak banyak terlihat, namun menjadi pondasi keberhasilan kegiatan. Itulah tugas Tim Safe From Harm.
Tim ini bertanggung jawab memastikan setiap peserta tumbuh dalam lingkungan yang aman, bebas dari perundungan, kekerasan, pelecehan, penelantaran, maupun penyalahgunaan ruang digital. Melalui kampanye perlindungan anggota, edukasi, pengamatan lapangan, penyediaan kanal pelaporan, layanan Listening Ears, hingga dukungan psikososial awal, mereka menjadi garda yang menjaga agar setiap tawa, setiap langkah, dan setiap pengalaman di Jambore meninggalkan kenangan yang indah, bukan luka.
Bagi Kak Priyono, amanah ini adalah ruang belajar sekaligus ladang pengabdian.
“Alhamdulillah. Ini adalah amanah besar untuk menjaga adik-adik kita selama tujuh hari di Cibubur. Saya juga bersyukur mendapat kesempatan satu tim dengan Duta WOSM sehingga dapat belajar langsung mengenai standar perlindungan anggota yang berlaku di tingkat dunia. Semoga pengalaman ini menjadi bekal untuk memperkuat budaya perlindungan anggota di daerah,” ungkapnya.
Seluruh anggota Tim Safe From Harm akan menjalani pembekalan secara virtual sebelum mengikuti orientasi lapangan dua hari menjelang pembukaan kegiatan. Kepanitiaan ini dijalankan dengan semangat kesukarelaan, difasilitasi akomodasi sederhana berupa tenda pleton, velbed, dan konsumsi selama bertugas. Namun, bagi para pembina, nilai pengabdian tidak pernah diukur dari fasilitas, melainkan dari kebermanfaatan yang ditinggalkan.
Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Banjarnegara menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Kwartir Nasional kepada salah satu pembinanya.
“Kepercayaan ini menjadi kehormatan bagi Kwarcab Banjarnegara. Kami berharap pengalaman yang diperoleh Kak Priyono dapat menjadi inspirasi bagi para pembina, terutama mereka yang baru menyelesaikan Kursus Mahir Dasar, agar terus meningkatkan kompetensi dan mengabdikan diri bagi kemajuan Gerakan Pramuka,” ujarnya.
Di balik setiap tenda yang akan berdiri di Cibubur, sesungguhnya sedang dipancang harapan-harapan baru. Di balik setiap simpul tali yang diikat, sedang dirajut persaudaraan dari seluruh penjuru negeri. Dan di balik setiap langkah pengabdian para pembina, selalu ada keyakinan bahwa menjaga seorang anak hari ini berarti sedang menjaga masa depan Indonesia.
Ketika ribuan tunas bangsa berkumpul dalam semangat persaudaraan di Jambore Nasional XII, Banjarnegara tidak hanya mengirimkan peserta. Banjarnegara juga mengirimkan seorang penjaga, yang memilih mengabdi dalam senyap agar setiap anak dapat pulang membawa cerita, pengalaman, dan kenangan terbaik dari perkemahan terbesar Gerakan Pramuka Indonesia.***(abenn29_kapusdatin.bna)
Narasumber : Kak Pion
Dokumentasi : Kak Pion

















