PEKALONGAN – Di antara kabut tipis yang menggantung di perbukitan Gampeng Hills, Rabu (1/7/2026), lahir sebuah ikrar yang tidak sekadar diucapkan, tetapi dipikul sebagai tanggung jawab. Sebanyak 30 remaja resmi mengenakan tanda kehormatan sebagai anggota baru Saka Bakti Husada Pangkalan Puskesmas Kalibening, melengkapi perjalanan pembinaan yang diikuti 42 peserta.
Alam seakan menjadi ruang belajar yang paling jujur. Di tempat yang jauh dari hiruk-pikuk kota, para calon anggota diajak memahami bahwa kesehatan bukan hanya urusan tubuh, melainkan juga watak, kepedulian, dan keberanian untuk hadir di tengah masyarakat.
Sejak upacara pembukaan hingga prosesi pelantikan, setiap tahapan menjadi mata rantai yang saling menguatkan. Materi tentang fundamental Gerakan Pramuka dan peran Saka Bakti Husada membuka cakrawala berpikir peserta, sebelum mereka menyelami enam krida yang menjadi denyut pengabdian: Lingkungan Sehat, Keluarga Sehat, Gizi, Obat, Penanggulangan Penyakit, serta Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.
Di balik materi-materi itu, sesungguhnya sedang dibangun kesadaran bahwa perubahan besar selalu bermula dari tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten.
Pinsaka Saka Bakti Husada Banjarnegara, Yon Setiyawan, S.Kep., Ns., M.H., melihat kegiatan tersebut sebagai ruang menanam harapan yang kelak akan tumbuh menjadi teladan di masyarakat.
“Kegiatan ini luar biasa. Terima kasih kepada Kamabisaka Puskesmas Kalibening beserta seluruh pihak yang telah mendukung. Tempat ini menghadirkan suasana yang sangat baik untuk pembinaan. Kami berharap keenam krida yang dipelajari mampu benar-benar mengubah perilaku hidup sehat para anggota, sehingga mereka menjadi contoh sekaligus penggerak di lingkungannya,” ungkapnya.
Bagi Kamabisaka Saka Bakti Husada Puskesmas Kalibening, Alinia Susiani, S.Kep., Ns., pelantikan adalah titik mula lahirnya generasi yang membawa nilai, bukan sekadar atribut.
“Kami berharap lahir kader-kader muda yang berintegritas, berpengetahuan, dan terampil di bidang kesehatan. Mereka harus mampu menjadi pelopor perubahan perilaku hidup sehat di tengah masyarakat melalui lima pilar STBM. Dengan semangat Pramuka, kami ingin menghadirkan generasi yang terus bergerak, mengedukasi, dan menginspirasi menuju Indonesia yang lebih sehat,” tuturnya.
Pelantikan itu mungkin berlangsung hanya beberapa jam. Namun maknanya melampaui waktu. Sebab yang sesungguhnya dilantik bukan hanya anggota baru, melainkan tekad untuk menjaga kehidupan. Di tangan generasi muda inilah, nilai-nilai kepramukaan bertemu dengan semangat kesehatan, lalu menjelma menjadi pengabdian yang sunyi tetapi terus bekerja menghidupkan harapan, menguatkan masyarakat, dan menyalakan cahaya perubahan dari lereng perbukitan menuju masa depan yang lebih sehat. ***(abenn29_kapusdatin.bna)
Narasumber : M.Mukhlis
Dokumentasi : SBH Kalibening





















