BANJARNEGARA — Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Banjarnegara secara berkelanjutan terus menggembleng kapasitas para pendidik dan pengelola kepramukaan di tingkat tapak. Langkah strategis ini diwujudkan melalui perhelatan Kursus Orientasi Pembina Pramuka Kwarcab Banjarnegara Tahun 2026 yang diselenggarakan di SD IT Mutiara Hati, Purwareja Klampok, pada Sabtu (25/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung intensif ini diikuti oleh 34 peserta yang terdiri dari unsur pengelola gugus depan di wilayah Purwareja Klampok dan sekitarnya. Agenda ini dirancang sebagai wadah penguatan fondasi keorganisasian, penyelarasan kurikulum pembinaan, serta pemantapan komitmen para pembina dalam menjalankan tugas kepramukaan di sekolah masing-masing.
Penyelenggaraan kursus ini berangkat dari pentingnya standardisasi tata kelola gugus depan sebagai basis utama pembentukan karakter peserta didik. Melalui orientasi ini, para peserta dibekali pemahaman komprehensif terkait Petunjuk Penyelenggaraan (Jukran) yang diterbitkan oleh Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka.
Ketua Panitia Kegiatan, Kak Ibnu Puji Arifianto, menegaskan bahwa tata kelola gugus depan yang tertib merupakan syarat mutlak dalam melahirkan proses pembinaan yang berkualitas. Ia menyampaikan bahwa pihak panitia berupaya memastikan seluruh pembina yang hadir memiliki pemahaman yang utuh serta dedikasi penuh untuk menerapkan regulasi dari Kwarnas.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan setiap pembina memiliki pemahaman mendalam dan tekad yang kuat dalam mengelola gugus depan yang benar sesuai aturan Kwarnas. Gugus depan yang tertata baik dan tertib administrasi adalah kunci utama lahirnya proses pembinaan yang efektif dan terarah,” ujar Ibnu Puji Arifianto dalam keterangannya.
Sementara itu, Pelatih Kursus Orientasi, Kak Setiyo Wartono, menyoroti keterkaitan erat antara kualitas pendidik dengan pencapaian predikat Pramuka Garuda sebagai taraf tertinggi peserta didik. Ia menjelaskan bahwa target melahirkan lebih banyak Pramuka Garuda di Banjarnegara hanya bisa dicapai apabila para pembina dibekali dengan kompetensi, pengetahuan, dan keterampilan yang memadai secara berkesinambungan.
Di samping penguasaan materi teknis, Kak Setiyo menggarisbawahi pentingnya menjaga dorongan moral dan motivasi para pembina di lapangan. Menurutnya, kapasitas keilmuan seorang pembina tidak akan berdampak maksimal apabila tidak diimbangi dengan semangat membina yang tinggi.
“Dan juga yang tidak kalah penting adalah meningkatkan motivasi mereka, agar mereka mampu dan mau membina dengan sebaik-baiknya. Karena Pramuka Garuda enggak akan mungkin terwujud kalau pembinanya tidak memiliki motivasi yang tinggi, kemampuan yang baik, serta kemauan yang kuat untuk mewujudkannya,” tegas Kak Setiyo.
Melalui luaran (output) kegiatan ini, para peserta menyatakan komitmen bersama untuk menyelaraskan tata kelola gugus depan di sekolah masing-masing. Hasil dari orientasi ini diharapkan mampu membawa dampak nyata berupa peningkatan kualitas kegiatan ekstrakurikuler Pramuka yang lebih terstruktur dan edukatif.


















Tekad mengelola gugusdepan yang “berlari” dalam mencapai visi misi Gerakan Pramuka lahir di momen ini