Rakit – Musyawarah Ranting (Musran) Gerakan Pramuka Kwartir Ranting (Kwarran) Rakit 2026 menjadi ruang demokrasi sekaligus momentum pergantian kepemimpinan. Dalam musyawarah yang digelar Sabtu (26/9/2026) siang tersebut, Soni Fajarudin, M.Pd., Kepala SDN 1 Situwangi, terpilih sebagai Ketua Kwarran Rakit masa bakti 2026–2029.
Musran yang berlangsung di Rakit itu diikuti unsur Gerakan Pramuka di tingkat ranting dengan agenda utama mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus menentukan kepemimpinan Kwarran Rakit untuk tiga tahun mendatang.
Pemilihan ketua berlangsung melalui mekanisme voting setelah terdapat dua calon yang maju, yakni Ali Maskur, S.Ag. dan Soni Fajarudin, M.Pd. Dari hasil rekapitulasi, Soni Fajarudin memperoleh 58 suara, sedangkan Ali Maskur memperoleh 50 suara. Sementara itu, terdapat 1 suara batal, sehingga total suara tercatat sebanyak 109 suara.
Hasil tersebut mengantarkan Soni Fajarudin menjadi Ketua Kwarran Rakit terpilih masa bakti 2026–2029, menggantikan kepengurusan sebelumnya yang dipimpin Iwan Priyono.
Iwan Priyono, selaku Ketua Kwarran Rakit periode sebelumnya, mengatakan mekanisme voting merupakan bagian dari dinamika demokrasi organisasi ketika musyawarah belum menghasilkan kesepakatan.
“Perbedaan pilihan adalah hal yang wajar dalam organisasi. Setelah keputusan ditetapkan, tidak ada lagi kubu-kubuan. Siapa pun yang terpilih harus kita dukung bersama demi kemajuan Kwarran Rakit,” ujar Iwan.
Menurutnya, pergantian kepemimpinan merupakan bagian dari estafet pengabdian. Ia berharap kepengurusan baru mampu melanjutkan hal-hal baik yang telah berjalan sekaligus menghadirkan gagasan baru untuk memperkuat Gerakan Pramuka di Rakit.
Pesan tentang makna pengabdian juga mengemuka dalam sambutan Aji Piluroso, S.STP., Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Hukum Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Banjarnegara. Ia menekankan bahwa keberadaan Gerakan Pramuka harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Pramuka harus bermanfaat bagi masyarakat. Jangan sampai kegiatan kita hanya berhenti untuk kepentingan organisasi, tetapi harus bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” demikian inti pesan Aji dalam sambutannya.
Pesan tersebut menjadi penting bagi kepemimpinan baru Kwarran Rakit. Sebab, keberhasilan organisasi tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang terlaksana, tetapi juga dari sejauh mana nilai-nilai kepramukaan mampu hadir dalam kehidupan masyarakat dan membentuk generasi muda yang berkarakter.
Sementara itu, Soni Fajarudin, M.Pd., menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih atas kepercayaan yang diberikan peserta Musran. Baginya, amanah tersebut bukanlah tanggung jawab pribadi, melainkan tugas yang harus dijalankan bersama seluruh jajaran Gerakan Pramuka di Kecamatan Rakit.
“Ini adalah amanah bersama. Saya tidak bisa berjalan sendiri. Ke depan kami akan membangun kebersamaan dan berkoordinasi dengan seluruh unsur Gerakan Pramuka agar Kwarran Rakit semakin aktif dan memberikan manfaat,” kata Soni.
Ia berharap kepemimpinan periode 2026–2029 dapat memperkuat kebersamaan, meningkatkan pembinaan anggota, serta menghadirkan kegiatan yang mampu menjawab kebutuhan generasi muda sekaligus memberi ruang lebih luas bagi Pramuka untuk mengabdi kepada masyarakat.
Musran Kwarran Rakit 2026 pun menutup satu lembar perjalanan organisasi dan membuka halaman baru. 58 suara telah menentukan arah kepemimpinan, tetapi setelah angka-angka itu berhenti dihitung, seluruhnya kembali menjadi satu barisan.
Estafet telah berpindah tangan. Kini, amanah itu berada di pundak Soni Fajarudin untuk dijalankan bersama, dengan semangat yang sama: menghidupkan Pramuka, menguatkan persaudaraan, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat.***(abenn29_kapusdatin.bna)
Narasumber & Dokumentasi : Sugeng Wiyono



















Perubahan kepemimpinan dalam Gerakan Pramuka hakikatnya giliran memimpin dan dipimpin. Kepemimpinan sifatnya dari, oleh, untuk bersama.