BANJARNEGARA – Gerakan Pramuka Gugusdepan yang berpangkalan di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Banjarnegara menyelenggarakan Musyawarah Gugusdepan sekaligus Pelantikan Majelis Pembimbing Gugusdepan (Mabigus) dan Pengurus Gugusdepan masa bakti 2026–2028, Jumat (7/8/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan di SLB Negeri Banjarnegara tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat keberlanjutan pembinaan kepramukaan di lingkungan sekolah. Selain menjadi forum evaluasi dan penyusunan program kerja, Musyawarah Gugusdepan juga menetapkan kepengurusan baru yang akan menjalankan roda organisasi selama dua tahun ke depan.
Pelantikan dilakukan oleh Ketua Kwartir Ranting (Kwarran) Madukara, Taufik Hidayat, S.Pd.SD. Dalam prosesi tersebut, Antono Aribowo, S.Pd., M.M. dilantik sebagai Ketua Majelis Pembimbing Gugusdepan (Kamabigus).
Sementara itu, Arih Priasworojati, S.Pd. dipercaya sebagai Ketua Gudep 08.213 dan Nanien Apriana Kisdianto, S.Pd. sebagai Ketua Gudep 08.214. Kepengurusan tersebut akan menjalankan amanah organisasi untuk masa bakti 2026–2028.
Dalam sambutannya, Taufik Hidayat menyampaikan bahwa Musyawarah Gugusdepan tidak sekadar menjadi agenda pergantian kepengurusan, tetapi juga menjadi ruang untuk mengevaluasi pelaksanaan pembinaan sekaligus menyusun arah pengembangan kegiatan kepramukaan.
“Musyawarah Gugusdepan merupakan bagian penting dalam perjalanan organisasi karena melalui forum ini kita dapat mengevaluasi apa yang telah dilaksanakan sekaligus menyusun langkah ke depan. Kami berharap kepengurusan yang baru dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan terus meningkatkan kualitas pembinaan kepramukaan di SLB Negeri Banjarnegara,” ujar Taufik.
Menurutnya, pembinaan kepramukaan di SLB memiliki tantangan sekaligus peluang yang besar. Anak-anak berkebutuhan khusus memiliki potensi yang dapat dikembangkan melalui kegiatan yang memberikan pengalaman langsung, membangun kemandirian, serta meningkatkan kepercayaan diri.
“Anak-anak berkebutuhan khusus di SLB Negeri Banjarnegara memiliki potensi yang luar biasa untuk berkembang. Gerakan Pramuka hadir bukan untuk membedakan, tetapi memberikan ruang yang sama kepada setiap peserta didik untuk belajar, berkarya, membangun kemandirian, dan mengembangkan kepercayaan dirinya,” katanya.
Ia menambahkan bahwa pola pembinaan tentu perlu disesuaikan dengan karakteristik dan kemampuan masing-masing peserta didik. Dengan pendekatan dan pendampingan yang tepat, kegiatan kepramukaan diharapkan dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus memberikan manfaat bagi perkembangan peserta didik.
“Yang terpenting adalah memberikan kesempatan kepada setiap anak untuk berkembang sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Pramuka harus menjadi ruang yang ramah bagi mereka untuk belajar dan menunjukkan bahwa mereka juga mampu berprestasi,” lanjut Taufik.
Sementara itu, Antono Aribowo, S.Pd., M.M., yang baru dilantik sebagai Kamabigus, menyampaikan komitmennya untuk mendukung penguatan kegiatan kepramukaan di lingkungan SLB Negeri Banjarnegara. Menurutnya, dukungan dari pihak sekolah menjadi salah satu faktor penting agar pembinaan Pramuka dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Sebagai Kamabigus, saya tentu memiliki tanggung jawab untuk mendukung dan memastikan kegiatan kepramukaan di sekolah dapat berjalan dengan baik. Kami ingin Pramuka tidak hanya dilaksanakan sebagai kegiatan rutin, tetapi benar-benar menjadi bagian dari proses pendidikan yang memberikan pengalaman dan manfaat bagi peserta didik,” ujar Antono.
Ia mengatakan, kegiatan kepramukaan memiliki nilai yang relevan dengan kebutuhan peserta didik di SLB, terutama dalam membangun kemandirian, kedisiplinan, keberanian, kemampuan berkomunikasi, dan kerja sama.
“Setiap peserta didik memiliki kemampuan dan karakter yang berbeda. Karena itu, kegiatan Pramuka juga harus mampu memberikan ruang bagi mereka untuk berkembang dengan cara yang sesuai. Kami akan mendorong pembina untuk menghadirkan kegiatan yang aktif, menyenangkan, dan tetap memperhatikan kebutuhan masing-masing peserta didik,” katanya.
Antono juga berharap kepengurusan Gudep yang baru dapat membangun koordinasi yang baik antara Mabigus, pembina, pengurus Gugusdepan, pihak sekolah, serta Kwartir Ranting Madukara.
“Harapannya, kepengurusan yang baru ini dapat bekerja bersama, tidak berjalan sendiri-sendiri. Dengan komunikasi dan koordinasi yang baik, kami optimistis pembinaan Pramuka di SLB Negeri Banjarnegara dapat semakin berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi peserta didik,” tambahnya.
Dengan terbentuknya kepengurusan masa bakti 2026–2028, Gudep 08.213 dan Gudep 08.214 diharapkan mampu melanjutkan serta mengembangkan pembinaan kepramukaan yang aktif, edukatif, dan inklusif. Program kegiatan ke depan diharapkan tidak hanya berorientasi pada pencapaian keterampilan kepramukaan, tetapi juga memberikan pengalaman yang mendukung perkembangan karakter dan kemandirian peserta didik.
Musyawarah Gugusdepan dan pelantikan tersebut sekaligus menjadi awal bagi kepengurusan baru untuk menjalankan amanah organisasi dan memperkuat eksistensi Gerakan Pramuka di SLB Negeri Banjarnegara. Dengan dukungan sekolah, pembina, kwartir, dan seluruh unsur yang terlibat, kegiatan kepramukaan diharapkan dapat terus menjadi ruang pendidikan yang memberikan kesempatan kepada setiap peserta didik untuk belajar, berkarya, dan berkembang sesuai dengan potensinya.
















