Ada lencana yang hanya menempel di seragam. Namun ada pula lencana yang sesungguhnya melekat di hati. Di Saka Bakti Husada Mandiraja, keduanya dipertemukan dalam satu perjalanan yang sarat makna pada 12–13 Juni 2026 di Puskesmas Mandiraja 1 dan Puskesmas Mandiraja 2.
Selama dua hari, halaman puskesmas berubah menjadi ruang pembelajaran kehidupan. Tenda-tenda berdiri bukan sekadar tempat beristirahat, melainkan lambang kesiapan generasi muda untuk belajar hidup sederhana, bekerja bersama, dan memikul tanggung jawab yang lebih besar. Api unggun yang menyala pada malam hari seolah menjadi penanda bahwa semangat pengabdian tidak pernah lahir dari kenyamanan, melainkan ditempa oleh proses yang dijalani dengan sungguh-sungguh.
Tiga puluh sembilan anggota muda dari SMKN 1 Mandiraja, SMK Bina Mandiri Purwareja Klampok, dan SMAN 1 Purwareja Klampok melangkah melewati setiap tahapan kegiatan, mulai dari Safari Krida, malam keakraban, hingga Pengambilan Badge Saka. Setiap tahapan bukan hanya menguji kemampuan, tetapi juga mengajarkan bahwa menjadi insan Bakti Husada berarti bersedia hadir ketika masyarakat membutuhkan, bahkan sebelum diminta.
Momentum paling berkesan hadir ketika estafet kepemimpinan berlangsung melalui Pergantian Antar Waktu Dewan Saka Bakti Husada Mandiraja. Regenerasi bukan sekadar pergantian nama dalam struktur organisasi. Ia adalah peralihan cahaya, ketika pengalaman diserahkan kepada harapan, dan kepercayaan berpindah kepada generasi berikutnya. Amanah itu kini diemban oleh Kak Vrayogi Ardiansyah sebagai Ketua Putra dan Kak Iis Sugiati sebagai Ketua Putri Dewan Saka Bakti Husada Mandiraja.
Prosesi pengukuhan kemudian menjadi penegasan bahwa setiap langkah yang telah ditempuh bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari pengabdian yang sesungguhnya. Sebanyak 39 anggota Angkatan II resmi menyandang identitas sebagai bagian dari keluarga besar Saka Bakti Husada Mandiraja, membawa tanggung jawab untuk menjadi pelopor perilaku hidup sehat sekaligus penggerak kepedulian di tengah masyarakat.
dr. Dwi Lestariatun menilai kegiatan tersebut sebagai fondasi penting dalam membangun karakter anggota.
“Kami mengapresiasi terselenggaranya Pengambilan Badge Saka, Pergantian Antar Waktu, dan Pengukuhan Anggota Angkatan II Saka Bakti Husada Mandiraja. Kegiatan ini merupakan bagian dari proses pembinaan dan regenerasi organisasi yang sangat penting dalam membentuk anggota yang berkarakter, disiplin, dan memiliki jiwa pengabdian. Kami berharap seluruh anggota yang telah dikukuhkan mampu menjadi teladan, pelopor hidup sehat, serta berkontribusi aktif dalam mendukung pembangunan kesehatan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.”
Pada akhirnya, yang dibawa pulang para peserta bukan sekadar badge di dada atau dokumentasi kegiatan. Mereka membawa keyakinan baru bahwa pengabdian adalah perjalanan panjang yang dimulai dari langkah-langkah kecil. Sebab di dalam Gerakan Pramuka, khususnya Saka Bakti Husada, seorang anggota tidak hanya belajar menjadi cakap, tetapi juga belajar menjadi cahaya—cahaya yang menerangi sesama melalui ilmu, keteladanan, dan kepedulian yang tak pernah padam.***(abenn29_kapusdatin.bna)
Narasumber : M.Mukhlis
Dokumentasi : SBH Mandiraja




















Saka Bakti Husada tetap bisa membuktikan “keberadaannya”.