KLAMPOK – Ada hal-hal yang tak pernah benar-benar padam, ia hanya menunggu untuk dinyalakan kembali. Sabtu (13/6/2026), suasana hangat Magnet Coffe Klampok menjadi saksi ketika enam puluh pembina Pramuka dari SD dan MI se-Kwartir Ranting Purwareja Klampok berkumpul dalam Kursus Orientasi Pembina Pramuka SD/MI. Sebuah perjumpaan sederhana, namun menyimpan harapan besar bagi masa depan pendidikan karakter generasi muda.
Di tengah aroma kopi dan suasana penuh keakraban, para pembina kembali menguatkan ruh kepramukaan melalui materi Musyawarah Gugusdepan (Mugus), pembentukan Pramuka Siaga Garuda, serta penguatan scouting skill. Bukan sekadar pelatihan, melainkan ruang untuk menyegarkan kembali pengetahuan yang mungkin telah lama tersimpan, sekaligus memperbarui semangat pengabdian di pangkalan masing-masing.
Korwilcam Purwareja Klampok sekaligus anggota Majelis Pembimbing Ranting, Slamet Mulyanto, M.Pd., menegaskan bahwa pembina merupakan teladan utama dalam pembentukan karakter peserta didik.
“Pembina harus memiliki keterampilan untuk melatih dan membentuk karakter siswa dengan mengedepankan contoh nyata dari hal yang terkecil. Sebab pendidikan karakter tidak cukup diajarkan dengan kata-kata, tetapi harus dicontohkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kakak Pembina Prabowo Sunarto, S.Pd., mengatakan bahwa kursus orientasi ini menjadi jawaban atas kebutuhan pembina yang perlu kembali memahami perkembangan dunia kepramukaan saat ini.
“Kursus Orientasi Pembina Pramuka SD/MI ini bertujuan membentuk dan melatih para pembina yang mungkin telah lupa atau bahkan belum mengetahui perkembangan kepramukaan masa kini, terlebih dalam menciptakan Pramuka Siaga Garuda. Harapannya, kegiatan ini mampu membantu para pembina dalam mengajarkan kepramukaan di pangkalan masing-masing,” ungkapnya.
Ketua Kwarran Purwareja Klampok, Slamet Kurniadi, S.Pd., mengungkapkan bahwa dorongan kuat dari Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) menjadi energi besar terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Motivasi dari K3S untuk menghadirkan pelatihan bagi para pembina menjadi kekuatan tersendiri. Ini saatnya pembina mendapatkan penyegaran ilmu dan Alhamdulillah dukungan pendanaan juga mendapat support dari K3S,” katanya.
Di antara para peserta, tersimpan harapan yang sama. Istin Wigati, S.Pd., menginginkan agar kegiatan tersebut menjadi jalan lahirnya semakin banyak Pramuka Garuda yang berkualitas.
“Semoga dengan Kursus Orientasi Pembina ini dapat menciptakan peluang untuk melahirkan banyak Pramuka Garuda yang berkualitas dan semakin banyak pangkalan yang mengikuti kegiatan uji syarat Pramuka Siaga Garuda,” tuturnya.
Di Magnet Coffe Klampok, hari itu tidak hanya berlangsung transfer materi. Ada semangat yang diwariskan, ada pengalaman yang dibagikan, dan ada keyakinan yang kembali diteguhkan bahwa masa depan Pramuka tidak hanya dibangun oleh peserta didik, tetapi oleh para pembina yang terus belajar dan tidak pernah berhenti menyalakan api pengabdian.
Sebab Pramuka Garuda tidak lahir secara tiba-tiba. Ia tumbuh dari tangan-tangan pembina yang mau terus belajar, memperbaiki diri, dan dengan sabar menuntun generasi muda menuju langit cita-cita yang lebih tinggi.***(abenn29_kapusdatin)




















