Purwareja Klampok – Ada suasana yang berbeda di SD IT Mutiara Hati Purwareja Klampok, Minggu (21/6/2026). Bukan gegap gempita perlombaan ataupun sorak kemenangan, melainkan keberanian empat belas anak Siaga yang memilih menantang dirinya sendiri dalam Uji Syarat Pramuka Garuda.
Mereka berdiri dengan percaya diri di hadapan para penguji dari Andalan Kwartir Ranting Purwareja Klampok. Pertanyaan demi pertanyaan dijawab dengan tenang. Keterampilan yang selama ini diasah melalui latihan rutin ditampilkan dengan penuh keyakinan. Bagi mereka, hari itu bukan sekadar ujian, tetapi momentum membuktikan bahwa proses panjang tidak pernah mengkhianati hasil.
Di balik keberanian anak-anak itu, terdapat kerja panjang para pembina dan sekolah yang terus menanamkan nilai-nilai disiplin, kemandirian, serta kepemimpinan sejak dini.
Kepala Mabigus SD IT Mutiara Hati Purwareja Klampok, Eti Endarwati, S.Pd, menegaskan bahwa setiap anak memiliki potensi luar biasa yang harus dipupuk dengan kesabaran.
“Membentuk karakter anak perlu proses yang panjang untuk berani tampil. Setiap anak mempunyai kemampuan yang berbeda-beda dan kemampuan istimewa masing-masing,” ujarnya.
Menurut Pembina Pramuka Setiyo Wartono, S.Pd, pencapaian hari ini adalah buah dari konsistensi yang telah dibangun sejak peserta masih kelas dua.
“Empat belas peserta ini sudah mengikuti latihan sejak kelas dua. Baru pada Maret lalu mereka berhasil menyelesaikan SKU Tata, dan hari ini menjadi tahapan penting menuju Pramuka Garuda,” jelasnya.
Apresiasi juga datang dari Penguji Syarat Garuda, Hajar Mubarok, S.Pd. Ia menyebut para peserta tampil melebihi ekspektasi.
“Anak-anak SD IT Mutiara Hati sangat antusias dan komunikatif. Mereka berani berbicara, menjawab, dan menunjukkan kemampuan terbaik di depan tim penguji,” katanya.
Bagi Zafranda Abimanyu, salah satu peserta, perjalanan panjang ini terasa seperti mimpi yang perlahan menjadi nyata.
“Senang dan bahagia bisa mengikuti Uji Pramuka Garuda. Saya berharap bisa lulus dan menjadi contoh yang baik bagi teman-teman,” ujarnya penuh harap.
Di tengah zaman yang serba cepat, empat belas anak itu mengajarkan satu hal sederhana namun berharga: bahwa keberhasilan tidak lahir dari jalan pintas, melainkan dari langkah-langkah kecil yang dijalani dengan tekun dan penuh semangat.
Dan pagi itu, dari halaman SD IT Mutiara Hati Purwareja Klampok, empat belas Garuda kecil sedang belajar mengepakkan sayapnya. Bukan untuk terbang paling tinggi, melainkan untuk kelak menjadi manusia yang memberi manfaat bagi sesama. Sebab sejatinya, Pramuka Garuda bukan hanya tentang tanda di dada, tetapi tentang cahaya karakter yang kelak menerangi masa depan bangsa.***(abenn29_kapusdatin.bna)





















