SEAKAN waktu berjalan lebih lambat di halaman SMP Negeri 1 Purwareja Klampok. Tenda-tenda berdiri tegak, suara peluit bersahutan, dan tawa para Penggalang berpadu dengan semangat yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Di tempat inilah, Kwartir Cabang Banjarnegara menggelar Gladian Pemimpin Regu (GPR) pada 21–24 Juni 2026.
Ada yang lebih besar daripada sekadar latihan. GPR menjadi ruang bagi para Penggalang untuk belajar memimpin, belajar mendengar, serta belajar bertanggung jawab atas teman-teman dalam regunya.
Didampingi para pelatih Miskam, S.Pd., Sugeng Wiyono, S.Pd., Eko Priyatno Kurniawan, S.Pd.SD., dan Samyono, S.Pd., para peserta diajak memahami bahwa kepemimpinan bukanlah tentang perintah, melainkan keteladanan.
Ketua Kwarran Purwareja Klampok, Slamet Kurniadi, S.Pd., mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menyiapkan generasi muda yang siap menghadapi tantangan zaman.
“Pramuka tidak hanya mengajarkan keterampilan, tetapi juga menanamkan nilai. Kami ingin anak-anak ini tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, mandiri, dan memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat. Kelak mereka akan menjadi penggerak, bukan sekadar pengikut,” katanya.
Bagi Eko Priyatno Kurniawan, S.Pd.SD., menjadi seorang pemimpin regu berarti belajar mengutamakan kebersamaan.
“Pemimpin terbaik adalah mereka yang mampu hadir untuk anggotanya. Di GPR ini kami ingin menanamkan bahwa keberhasilan regu bukan ditentukan oleh satu orang, melainkan oleh kekompakan seluruh anggota. Dari sinilah nilai gotong royong dan kepedulian itu tumbuh,” jelasnya.
Empat hari mungkin terdengar singkat. Namun bagi para Penggalang, setiap pagi yang dimulai dengan semangat dan setiap malam yang ditutup dengan refleksi telah menjadi lembar-lembar pengalaman yang tak mudah dilupakan.
Sebab sesungguhnya, masa depan tidak dibangun dalam satu malam. Ia ditenun perlahan, dari regu-regu kecil yang belajar memimpin dengan hati.
Dan ketika peluit penutupan nanti ditiup, yang pulang bukan sekadar peserta kegiatan. Mereka kembali sebagai tunas-tunas bangsa yang telah membawa bekal paling berharga: keberanian untuk memimpin dan kerendahan hati untuk melayani.***(abenn29_kapusdatin.bna)






















