Banjarnegara – Mimpi besar selalu lahir dari persiapan yang sungguh-sungguh. Di tengah kesibukan dan denyut kehidupan yang berjalan seperti biasa, Kwartir Cabang Banjarnegara diam-diam sedang merawat harapan. Harapan itu bernama Jambore Nasional 2026.
Melalui Training Center (TC) III yang berlangsung selama tiga hari, 19 hingga 21 Juni 2026, para calon peserta tidak hanya diajak berlatih, tetapi juga dibiasakan hidup dalam irama seorang Pramuka sejati.
Hari pertama menjadi ruang untuk menguatkan wawasan. Scouting Skills menaksir, sejarah Jambore Dunia dan Nasional, hingga pembahasan juklak Jamnas menjadi bekal awal agar peserta memahami bahwa mereka akan menjadi bagian dari pertemuan Pramuka terbesar di Indonesia.
Hari berikutnya suasana berubah menjadi lebih dinamis. Longmarch menuju Pikas Resort menjadi pembuka sebelum peserta digembleng melalui pelatihan Vertical Rescue dan teknik pertolongan pertama. Setelah itu, perjalanan berlanjut menuju Kaliurip, tempat para peserta belajar mendirikan bivak, hidup sederhana, serta memperkuat solidaritas melalui berbagai sesi kebersamaan.
Tidak hanya keterampilan lapangan yang menjadi perhatian. Nilai spiritual melalui kegiatan kerohanian, disiplin melalui apel pagi dan sore, serta penguatan semangat kontingen melalui Building Capability menjadi mozaik yang melengkapi proses pembinaan tersebut.
Barkah Suko Mulyono selaku penanggung jawab kegiatan menegaskan bahwa TC III merupakan bagian penting untuk menyatukan langkah seluruh kontingen Banjarnegara.
“Kami ingin menghadirkan sebuah proses, bukan sekadar latihan. Anak-anak ini nantinya membawa nama Banjarnegara di tingkat nasional. Karena itu yang dibangun bukan hanya kemampuan teknis, tetapi juga jiwa persaudaraan, kedisiplinan, dan rasa bangga menjadi Pramuka Banjarnegara,” kata Barkah.
TC III pun ditutup dengan evaluasi dan pengecekan perlengkapan perorangan sebelum para peserta melangkah ke tahapan berikutnya. Sebuah penutup yang sederhana, tetapi menyimpan makna mendalam.
Sebab sesungguhnya, Jambore Nasional bukan hanya tentang tiba di bumi perkemahan.
Ia adalah tentang bagaimana mimpi-mimpi kecil itu dipersiapkan dengan tekun, dirawat dengan kesabaran, lalu diberangkatkan dengan doa.
Dan Banjarnegara, dengan segala kesederhanaannya, sedang mengantar mimpi itu menuju langit yang lebih luas***(abenn29_kapusdatin.bna)




















