JAKARTA — Pagi di Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur, Rabu (1/7/2026), tidak sekadar membuka rangkaian Rapat Koordinasi Nasional Sako Pramuka Sekolah Islam Terpadu (SIT). Di antara langkah para pembina yang datang dari berbagai penjuru Indonesia, terselip sebuah ikhtiar yang jauh lebih panjang daripada agenda rapat: menjaga agar api pembinaan tidak pernah padam dari generasi ke generasi.
Dengan mengusung tema “Strengthening the Spirit of Scout Leaders Creating Civilizational Leaders”, Rakornas menjadi ruang bertemunya gagasan, pengalaman, sekaligus komitmen untuk memastikan bahwa Gerakan Pramuka di lingkungan Sekolah Islam Terpadu tetap berjalan pada rel yang sama—membentuk manusia yang utuh, berkarakter, dan siap memikul amanah zaman.
Pinsako SIT Tingkat Daerah Jawa Tengah turut hadir melalui Ketua dan Sekretaris Pinsakoda sebagai bagian dari konsolidasi nasional yang mempertemukan seluruh penggerak Sako Pramuka SIT. Kehadiran mereka bukan sekadar memenuhi undangan organisasi, melainkan membawa semangat untuk menerjemahkan arah kebijakan nasional menjadi denyut pembinaan yang hidup hingga gugusdepan.
Pada pembukaan Rakornas, Kak Mas’ud, M.Pd.I., selaku Mabisakonas sekaligus Ketua Bidang 2 JSIT Indonesia, mengingatkan bahwa sebesar apa pun sebuah program, ia akan kehilangan makna apabila tercerabut dari nilai yang melahirkannya. Karena itu, ia menegaskan tiga kebajikan utama dalam framework JSIT Indonesia sebagai fondasi seluruh gerak organisasi.
“Agenda Pramuka SIT harus senantiasa beriringan dengan program BPI,” ujarnya.
Pesan tersebut sekaligus menguatkan kembali empat pilar pembinaan karakter di lingkungan SIT, yaitu Bina Pribadi Islam, kepemimpinan siswa, prestasi, dan Pramuka SIT. Keempatnya bukanlah jalan yang berdiri sendiri, melainkan saling menopang untuk melahirkan pribadi yang bertumbuh secara utuh.
Rakornas kemudian berlanjut dengan pemaparan program kerja nasional oleh Kak Aris Purwanta, S.St.Pi., Ketua Pinsako SIT Tingkat Nasional. Berbagai program strategis diproyeksikan mengalir hingga tingkat daerah dan cabang agar pembinaan tidak berhenti sebagai dokumen perencanaan, tetapi benar-benar menjelma menjadi gerakan yang dirasakan manfaatnya oleh peserta didik.
Salah satu langkah nyata yang tengah berlangsung ialah Mudzakarah Pembina dan Pelatih Pramuka SIT Tingkat Nasional (MP3N) pada 1–4 Juli 2026 di Buperta Cibubur. Forum ini menjadi ruang belajar bersama untuk memperkuat kompetensi pembina sekaligus menyamakan arah pembinaan di seluruh Indonesia.
Namun, mungkin pesan yang paling lama tinggal dalam benak peserta datang dari Kak Ahmad Fikri, M.Pd., NLP., Sekretaris Mabisakonas sekaligus Ketua Umum JSIT Indonesia. Ia mengajak seluruh pembina melihat lebih jauh daripada sekadar pelaksanaan kegiatan.
Menurutnya, ada tiga proses yang tidak boleh gagal di Sekolah Islam Terpadu, yakni pembinaan Al-Qur’an, Bina Pribadi Islam (BPI), serta pembinaan karakter melalui Pramuka dan OSIS. Ketiganya adalah simpul yang akan menentukan kualitas generasi penerus di masa depan.
Di tengah perubahan zaman yang bergerak semakin cepat, pembinaan bukan lagi sekadar aktivitas pendampingan. Ia adalah ikhtiar merawat nilai, menumbuhkan kepemimpinan, dan menghadirkan manusia-manusia yang gemar belajar, ringan menolong, serta selalu berbaik sangka kepada sesama.
Rakornas kemudian ditutup dengan penguatan mengenai pentingnya Baseline Data oleh Sekretaris Pinsakonas, Kak Adi Cahyono. Seluruh Pinsako daerah diminta memperbarui data secara lengkap dan akurat sebagai pijakan dalam menyusun kebijakan yang tepat sasaran. Sebab pembinaan yang baik bukan hanya dibangun oleh semangat, tetapi juga ditopang oleh data yang benar.
Dari Cibubur, para pembina kembali membawa lebih dari sekadar hasil rapat. Mereka membawa keyakinan bahwa peradaban tidak lahir dalam sekejap. Ia tumbuh dari perjumpaan-perjumpaan sederhana, dari pembina yang memilih hadir, mendengar, mendampingi, dan menyalakan harapan di setiap gugusdepan. Sebab pada akhirnya, masa depan bangsa sering kali dimulai dari sebuah simpul kecil bernama pembinaan.***(abenn29_kapusdatin.bna)
Narasumber : Kak Priyono
Dokumentasi : Kak Priyono


















