SEMARANG – Ada banyak cara menjaga nyala api kepramukaan. Ada yang melakukannya lewat kegiatan di lapangan, ada yang melalui pembinaan di gugusdepan, dan ada pula yang dimulai dari ruang rapat sederhana tempat gagasan-gagasan besar dilahirkan.
Jumat (18/4/2026), ruang pertemuan di Semarang menjadi saksi bagaimana para Pimpinan Saka dan Pimpinan Sako se-Jawa Tengah duduk bersama dalam Rapat Koordinasi Pinsaka dan Pinsako Daerah Jawa Tengah. Sebuah forum yang mungkin tampak biasa, namun sesungguhnya menyimpan makna besar tentang masa depan pembinaan generasi muda.
Pinsakoda Satuan Komunitas Sekolah Islam Terpadu (SIT) Jawa Tengah hadir membawa energi baru. Dipimpin Priyono, S.Pd., organisasi ini kini membina 222 pangkalan SIT yang tersebar dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Jumlah yang bukan sekadar statistik, tetapi wajah dari ribuan peserta didik yang sedang ditempa menjadi pribadi berkarakter.
Empat pilar utama pun ditegaskan sebagai arah perjalanan ke depan: kelembagaan yang kuat, pembinaan yang berkelanjutan, transformasi digital, serta kemitraan yang semakin luas.
Priyono menegaskan bahwa tantangan terbesar saat ini bukan hanya soal pertumbuhan jumlah pangkalan, tetapi bagaimana memastikan kualitas pembinaan berjalan merata.
“Kami tidak ingin hanya besar dalam angka. Yang kami perjuangkan adalah kualitas. Setiap pembina harus tumbuh, setiap pangkalan harus hidup, dan setiap peserta didik harus merasakan manfaat pendidikan kepramukaan. Karena membangun generasi tidak cukup dengan semangat, tetapi membutuhkan sistem yang kuat dan kolaborasi yang nyata,” ujar Priyono dengan penuh keyakinan.
Ia menambahkan, Rakor tersebut menjadi ruang penting untuk menyatukan frekuensi dan memperkuat jaringan antarsatuan.
“Kami ingin bergerak bersama, bukan berjalan sendiri-sendiri. Ketika seluruh Saka dan Sako saling menguatkan, maka yang tumbuh bukan hanya program, melainkan peradaban karakter bagi anak-anak bangsa,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Kwarda Jawa Tengah Bidang Pembinaan Satuan Dikki Rulli Perkasa, S.E., mengingatkan pentingnya legalitas kelembagaan di tingkat cabang serta penguatan kolaborasi antarsatuan.
Sementara itu, Pinsakoda SIT Jawa Tengah mengusulkan tiga langkah strategis kepada Kwarda Jawa Tengah, yakni pendampingan pembentukan pangkalan baru, penguatan kolaborasi melalui Pramuka Garuda dan Pramuka Peduli, serta menghidupkan forum komunikasi rutin antar Pinsaka dan Pinsako.
Berbagai agenda besar telah menanti. Rakerda, pembaruan data potensi, KMD dan KML, Persari, Kemah Wilayah, Dianpinru, Formuska hingga Dianpinsat akan menjadi bagian dari perjalanan panjang itu. Kerja sama dengan Pinsakonas pun akan terus dilaksanakan secara berkesinambungan.
Dan mungkin, seperti tunas kecil yang tumbuh perlahan namun pasti, 222 pangkalan itu sedang menyalakan cahaya-cahaya kecil di berbagai penjuru Jawa Tengah. Cahaya yang kelak akan menerangi masa depan, karena sejatinya pendidikan karakter tidak dibangun dalam semalam, melainkan dirawat oleh kesabaran, keteladanan, dan hati yang tak pernah lelah mengabdi. .***(abenn29_kapusdatin.bna)




















